Ilustrasi haji, umrah. (Foto: kemenag.go.id/Indah Limy)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah minta agar pemberian vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk jamaah umrah Indonesia tidak dipolitisasi.

“Kita sedang bicara dengan Saudi, Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan, agar jangan sampai vaksin itu keluar dari koridor kesehatan, apalagi politik,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis.

Budi menganggap selama vaksin COVID-19, merek apapun telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemberian merek apapun boleh digunakan sebagai booster.

Namun, kendalanya vaksin COVID-19 di Indonesia masih kurang sekali, dan cakupannya belum meluas mencapai 208 juta orang, kata Budi.

Diakui Budi, vaksin booster secara klinis memberikan perlindungan tubuh lebih tinggi dari COVID-19

“Kalau kita berikan vaksin ketiga dengan jumlah terbatas, padahal 100 orang Indonesia lainnya belum divaksinasi, secara etis, kok, gitu, ya, kan?” ujar dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah masih membahas prosedur umrah dan vaksinasi COVID-19 terkait persyaratan dari Arab Saudi bagi calon jamaah asal Indonesia.

BACA JUGA  Menkes dan Mendikbudristek Bantah Kabar soal Banyak Klaster COVID-19 di Sekolah

LEAVE A REPLY