Ilustrasi wakaf. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID JAKARTA – Mungkin ada di antara kita yang masih bertanya-tanya kenapa wakaf termasuk dalam amalan sedekah jariyah? Secara bahasa, dalam Bahasa Arab, sedekah artinya memberikan, sedangkan jariyah artinya mengalir atau terus menerus.

Maka, sedekah jariyah artinya memberikan harta yang sangat kita cintai secara ikhlas untuk kepentingan umat, dan semata-mata hanya mengharap rida Allah SWT.

Hadis tentang Sedekah Jariyah

Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yaitu “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga (macam), yaitu: sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang ia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup, semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” (HR Ibnu Majah)

Wakaf sebagai Ibadah yang Istimewa

Kenapa demikian? Karena pahala akan manfaat dari wakaf terus menerus mengalir tiada henti. Wakaf juga tidak hanya bermanfaat untuk individu yang berwakaf, melainkan dapat bermanfaat untuk kemaslahatan umat baik dalam aspek sosial, ekonomi, agama, dan lain sebagainya.

Wakaf atau sedekah jariyah ini akan terus mengalirkan butir-butir kebaikan secara menerus seiring pahala yang terus mengalir tiada henti.

Melihat kondisi sosial yang ada di Indonesia saat ini, keberadaan wakaf dapat menjadi solusi alternatif dalam pengentasan permasalahan sosial, dengan tujuan untuk kemaslahatan umat tanpa harus mengurangi harta pokok wakaf.

BACA JUGA  Wakaf, Katolik, dan Koperasi

LEAVE A REPLY