Ilustrasi membangun pribadi islami.. (Foto: etahfizh.org)

Oleh: Novia Handayani (PM Bakti Nusa 9 Palembang)

ZNEWS.ID JAKARTA – Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan mulia dihadapan Allah SWT. Allah berfirman dalam QS Al-Isra 17: 70 yang artinya: “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.”

Menjadi pribadi yang islami sangat diperhatikan dalam agama Islam. Islam adalah agama yang memadukan antara keimanan dan amalan.

Oleh karena itu, orang beriman pastilah memiliki amalan yang baik. Adapun sisi yang harus dibangun dalam pribadi seorang muslim adalah:

1. Rukhiyah (Ma’nawiyah)

Dalam QS Asy-Syams 91: 7-10, “Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. Sungguh sangat beruntung orang yang mensucikannya dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.”

Rukhiyah adalah suatu kondisi jiwa. Apabila rukhiyahnya baik (dalam ketakwaan) maka otomatis akan melahirkan akidah yang lurus dan kokoh, akhlak (tingkah laku) yang memperlihatkan kesempurnaan iman dan tingkah laku yang baik sebagai cerminan akhlak.

2. Fikriyah (‘Aqliyah)

Fikriyah artinya kejernihan akal. Dengan jernihnya akal, maka seorang muslim dapat memiliki wawasan keislaman melalui bukunya, mempunyai pola pikir islami yang bersumber pada Allah SWT, serta disiplin dan tepat dalam berislam.

Fikriyah sangat erat kaitan dengan pikiran seseorang. Bahkan dalam Al-Qur’an sering dijumpai ayat-ayat yang menganjurkan untuk berpikir, salah satunya yaitu: “Afala ta’qiluun, afala tatafakkaruun, la’allakum ta’qiluun, la’allakum tadzakkaruun.”

LEAVE A REPLY