Ilustrasi: Jemaah Umrah Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) Travel saat berangkat ke Tanah Suci Makkah. (Foto: DDHK)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi diinformasikan tengah mulai menyiapkan pengaturan pelaksanaan umrah bagi jemaah Indonesia. Karena itu, Kementerian Agama meminta para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melakukan langkah-langkah persiapan.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, mengatakan bahwa pihaknya telah bersurat kepada para pimpinan PPIU tertanggal 11 Oktober 2021, tentang Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah 1443 H.

“Kami minta penyelenggara perjalanan ibadah umrah mempersiapkan keberangkatan jemaahnya, khususnya mereka yang telah mendaftar dan membayar biaya umrah di PPIU namun tertunda keberangkatannya hingga saat ini,” terang Hilman Latief di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Menurut Hilman, penyelenggaraan ibadah umrah sempat ditutup oleh Arab Saudi pada akhir Februari 2020 disebabkan pandemi. Penyelenggaraan umrah sempat dibuka kembali pada awal November 2020, dengan protokol kesehatan dan persyaratan khusus.

Data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat, per November 2020, ada 26.328 jemaah yang tertunda keberangkatannya dan berusia 18 sampai 50 tahun.

“Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umrah di masa pandemi saat itu,” jelas Hilman.

Namun, otoritas Saudi kembali menutup sementara akses masuk ke wilayahnya bagi pendatang dari 20 negara, termasuk Indonesia. Keputusan tersebut diterbitkan pada 2 Februari 2021 dan berlaku efektif sejak 3 Februari pukul 21.00. Sejak itu, belum ada lagi pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia.

BACA JUGA  158 Ribu Calon Jemaah Haji Didaftarkan untuk Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua

LEAVE A REPLY