Ilustrasi: LKC Dompet Dhuafa berbagi kebahagiaan dengan anak yatim yang ada di berbagai wilayah Indonesia lewat program Kado Yatim. (Foto: LKC DD)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kamu pernah merasa rugi karena berbagi? Bagi siapapun yang merasa rugi karena telah berbagi, sebelum merutuki berbagi yang dilakukan, ada baiknya melakukan introspeksi terlebih dahulu:

1. Sudahkah menunaikan hak diri dan keluarga terdekat terlebih dahulu sebelum berbagi pada orang lain?

Jangan-jangan kamu salah prioritas dalam berbagi. Padahal keluarga inti saja masih kesulitan dan serba kekurangan, tapi malah mengutamakan berbagi untuk orang lain.

“Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR Bukhari)

Ingatlah bahwa Rasulullah SAW saja selalu berusaha menyiapkan persediaan makanan untuk keluarganya. Kalaupun beliau dan keluarganya mendermakan jatah mereka untuk orang lain, semata-mata karena kasih sayang mereka pada umat.

Jika kita meniru kemurah hati Rasulullah SAW, jangan sekadar apa yang terlihat di permukaan saja, tapi tirulah hingga ke niat beliau, tak ada sedikit pun perasaan ‘terbakar demi menerangi sekitar’, tak ada perasaan telah dirugikan karena berbagi.

2. Sadari bahwa balasan berbagi pasti berbalik pada diri kita

Banyak yang merasa rugi berbagi karena merasa tidak menerima balasan berupa uang dan harta berlipat-lipat ganda sebagaimana testimoni banyak orang lainnya.

Tak perlu merasa rugi, jangan-jangan badanmu dan keluarga selalu sehat wal afiat disebabkan kedahsyatan efek berbagi. Jangan-jangan banyak urusan sulit menjadi mudah dikerjakan karena kamu rajin berbagi.

BACA JUGA  Soal Kerugian, Ini Penjelasan Pertamina

LEAVE A REPLY