Ilustrasi inisiatif tim dalam organisasi. (Foto: unsplash/rawpixel)

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie (Direktur Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa, Founder dan CEO Ekselensia Tahfizh School)

ZNEWS.ID JAKARTA – Salah satu softskill yang penting dimiliki setiap individu dalam organisasi adalah inisiatif. Dengan inisiatif seseorang berpotensi untuk terus berkembang. Sementara, dalam konteks organisasi, inisiatif tim berpotensi mengantarkan lembaga mencapai outstanding performance.

Kita bisa belajar dari inisiatif Hud-Hud yang direkam dalam surah An-Naml ayat 22 28. Hud-Hud masuk dalam daftar rombongan Nabi dan Raja Sulaiman dalam perjalanan dinas kenegaraan. Namun, di tengah perjalanan, Hud-Hud bersua dengan seekor burung sejenis dirinya.

Terjadilah percakapan di antara kedua burung itu. Hud-Hud tertarik dengan berita yang disampaikan oleh rekan burungnya. Ada kerajaan besar di negeri Saba. Selama ini dalam pengetahuannya, kerajaan besar hanyalah kerajaan Raja Sulaiman. Hud-Hud berpikir sejenak antara terus mengikuti rombongan Raja Sulaiman ataukah mengubah arah untuk berita yang ia yakini tidak biasa.

Akhirnya, Hud-Hud mengambil inisiatif mengubah arah perjalanan dan berbelok ke arah negeri Saba. Benar saja, di sana Hud-Hud mendapati kerajaan besar nan sejahtera yang dipimpin Maharani Ratu Balqis. Namun, sayangnya, mereka menyembah matahari, bukan kepada Allah. Hud-Hud membawa kabar ini kepada Raja Sulaiman.

Sikap Raja Sulaiman sebagai pemimpin pun brilian. Ia tidak lantas menolak berita yang dibawa Hud-Hud karena marah dengan ulah Hud-Hud yang indisipliner. Melainkan, menugaskan Hud-Hud membawa surat dakwah kepada Ratu Balqis untuk mengonfirmasi apakah beritanya benar atau salah.

Kisah selanjutnya kita sudah sama-sama mengetahui. Siapa menyangka takdir hidayah Islam untuk Ratu Balqis dan seluruh rakyatnya bermula dari inisiatif dakwah Hud-Hud? Seekor burung mungil yang memiliki daya nalar jauh di bawah daya nalar manusia.

BACA JUGA  Arab Saudi Belum Ambil Keputusan soal Haji

Belajar dari kisah di atas, dalam organisasi, semestinya setiap individu mengembangkan sikap inisiatif. Tentu saja inisiatif dalam konteks kebaikan. Selain berpotensi mengantarkan organisasi pada pencapaian outstanding performance, sudah pasti juga akan meningkatkan kapasitas diri kita secara otomatis.

LEAVE A REPLY