Ilustrasi solusi bekerja produktif. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Psikolog Graheta Rara Purwasono M Psi dari universitas Airlangga, mengatakan bahwa bekerja berlebihan (toxic productivity) adalah istilah lain dari “overworking”, yakni kata-kata yang menggambarkan pribadi terlalu banyak bekerja hingga mengesampingkan istirahat.

“Toxic productivity itu memunculkan rasa bersalah kalau tidak mengerjakan sesuatu. Ujung-ujungnya, mengalami burnout yang membahayakan kesehatan, dan itu harus dihindari,” kata Graheta, dalam keterangannya dikutip dari Antara, Senin (11/10/2021).

Ketika bekerja berlebihan, seseorang tidak punya waktu untuk menghabiskan momen bersama keluarga, teman, atau bahkan diri sendiri karena terlalu sibuk bekerja setiap saat.

Graheta pun memberikan solusi agar bisa produktif, tapi tidak bekerja berlebihan. Pertama, buatlah batasan yang jelas.

“Ketika pekerjaan adalah satu-satunya hal yang berputar dalam pikiranmu, maka sulit untuk memikirkan hal lain yang sama pentingnya. Apa contohnya? Mendapatkan istirahat yang berkualitas, atau menghabiskan waktu bersama keluarga terkasih,” ujarnya.

Graheta menyarankan, coba buat batasan seperti mengatur diri agar tidak bekerja nonstop selama tiga jam tanpa diselingi istirahat, memastikan waktu tidur cukup, dan menjadwalkan waktu berkualitas bersama keluarga setiap pekan.

Kedua, terapkan “professional detachment”, Anda memperlakukan pekerjaan sebagai sesuatu yang akan ditangani setelah melakukan tanggung jawab lain di luar itu. Bagi Anda yang sering rapat daring setiap hari, ingatlah bahwa kesehatan fisik dan mental lebih penting dari pekerjaan.

LEAVE A REPLY