Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh. (Foto: ANTARA/Dewanto Samodro)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan vaksin Zifivax yang diproduksi oleh salah satu perusahaan negeri China merupakan vaksin yang halal dan suci setelah melewati berbagai rangkaian proses pengkajian vaksin.

“Bila berbincang terkait dengan aspek kehalalan dan juga kesucian yang dalam proses pemeriksaan yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia, komposisi dan proses produksi dari vaksin ini memenuhi standar halal dan karenanya, MUI menetapkan produknya adalah halal dan suci,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh dalam konferensi pers yang diikuti di Jakarta, Sabtu.

Hal tersebut telah ditetapkan oleh pihaknya melalui Fatwa MUI Nomor 53 Tahun 2021 tentang produk vaksin COVID-19 dari Anhui China.

Asrorun menjelaskan selama melakukan pengkajian dari aspek teknis dan syar’i, vaksin yang diproduksi oleh pihak Anhui Zhifei Longchom Biopharmaceutical tersebut tidak ditemukan penggunaan material yang bersifat haram atau najis.

Meskipun vaksin Zifivax telah dinyatakan halal, Asrorun menegaskan dalam pemakaiannya agar disesuaikan dengan keyakinan keagamaan dan disesuaikan dengan aspek keamanan sesuai dengan keputusan dari ahli ataupun lembaga yang berkompeten.

“Tetapi tidak serta merta dapat digunakan. Maka, kemudian kebolehannya sangat terkait dengan jaminan keamanan menurut ahli atau lembaga yang kredibel,” tegas dia.

Secara terpisah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin tersebut.

BACA JUGA  Penolakan Perpres Miras Terus Merebak, Presiden Diminta Segera Bersikap

LEAVE A REPLY