Ilustrasi manajemen konflik dan perbedaan. (Foto: Shutterstock)

Oleh: Ustazah Nur Hamidah Lc MAg

ZNEWS.ID JAKARTA – Ada beberapa sifat manusia yang negatif, sebagaimana Allah sampaikan di dalam firmanNya. Di antaranya:

• QS 20:115. Sering lupa dan kurang tekadnya.

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ اِلٰٓى اٰدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهٗ عَزْمًا ࣖ ١١٥

• QS 70:19-21. Sering berkeluh kesah dan banyak alasan.

اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ ١٩ اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًاۙ ٢٠ وَّاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًاۙ ٢١

Apalagi perempuan, biasanya:

  • Cepat bertindak dan mikirnya belakangan.
  • Suka bicara, menyesalnya kemudian.
  • Emosional, apalagi saat cemburu.
  • Peduli dengan penampilan diri (gede gengsinya).

Mengenal Para Ulama dan Khilafiyah

Pertama, ulama tafsir (mufassirun). Tugasnya:

  • Membuat kaidah untuk memahami Al-Qur’an (ulumul Qur’an).
  • Membuat kaidah dalam menafsirkan Al-Qur’an (ilmu Tafsir).
  • Membersihkan tafsir Al-Qur’an dari cerita israiliyat.

Di antara mereka: Alqurtubi, Assuyuthi.

Kedua, ulama hadis (muhadditsun). Tugasnya:

  • Membuat kaidah untuk memahami hadis (ulumul hadis).
  • Memberikan fatwa terhadap derajat setiap hadis (sahih, hasan dan dhoif), bukan memberikan fatwa hukum fikih mengamalkan hadis.
  • Memisahkan hadis dengan maudhu’ (hadis palsu).

Di antara mereka: Bukhori, Muslim, Nasai, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah.

Ketiga, ulama fikih (fuqoha). Tugasnya:

  • Membuat kaidah pengambilan hukum dari nash Al-Qur’an dan sunah (usul fikih).
  • Memberikan fatwa hukum dalam mengamalkannya (wajib, sunah, makruh).
  • Memisahkan amal masyru’ dari amal bid’ah.

Di antara mereka: Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali.

Ketiga kelompok ulama ini harus memiliki kompetensi keilmuan yang sama dalam Al-Qur’an, hadits Nabi, Bahasa Arab, dan kaidah fiqih. Perbedaan mereka hanyalah dari pembagian tugas mereka di masyarakat.

Sejarah Perkembangan Ulumusy Syar’i

Di zaman Nabi SAW, perbuatan Nabi dijadikan dalil pengambilan hukum fikih (hukum beramal) yang tidak ada di dalam Al-Qur’an. Sehingga, sunah Nabi adalah dalil yang masyru’ dalam Islam.

BACA JUGA  Bait Kisah di Ladang Dakwah

LEAVE A REPLY