Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung. ANTARA FOTO – Sigid Kurniawan

ZNEWS.ID, JAKARTA – Manajer tim Piala Thomas dan Uber Indonesia Eddy Prayitno mengaku puas dengan hasil tim Piala Uber menang 4-1 atas Jerman, karena sesuai perhitungan, Jerman bisa dikalahkan karena kemampuannya masih di bawah Indonesia.

Ia mengakui bahwa hitung-hitungan di atas kertas Indonesia akan kecolongan satu angka, namun semula yang diprediksi akan kehilangan poin adalah laga pembuka antara Gregoria Mariska melawan Yvonne Li.

“Awalnya kita memprediksi Gregoria akan kesulitan lawan Yvonne. Partai pertama ini bisa menjadi batu sandungan. Ternyata Gregoria bisa bermain penuh percaya diri dan tampil bagus untuk mengamankan angka di partai pertama,” kata Eddy melalui siaran pers PP PBSI dari Aarhus, Denmark, Sabtu.

Sementara pada tiga partai lain yang juga menyumbangkan angka, Eddy mengatakan hal itu sudah sesuai prakiraan. Pasangan Greysia/Apriyani bermain cantik dan stabil. Begitu pula dengan Ribka/Fadia yang pada awalnya bahu Fadia sedikit bermasalah, ternyata sudah pulih.

Sementara penampilan tunggal kedua, Putri Kusuma Wardani dinilai mengalami peningkatan, terutama dalam hal kepercayaan diri. “Putri KW makin percaya diri,” kata Eddy.

Menyangkut kekalahan Ester pada partai terakhir, Eddy mengatakan, lutut Ester yang sedikit bermasalah ikut mengganggu penampilannya pada gim ketiga. Meskipun secara umum, penampilan tunggal putri ketiga Indonesia ini bisa disebut jauh lebih baik dibanding di perebutan Piala Sudirman di Finlandia.

“Lutut Ester bukan masuk kategori cedera, tetapi sedikit bermasalah. Tidak nyaman saat dipakai bertanding. Dia memang butuh penanganan terapis secara khusus agar bisa pulih untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” papar Eddy.

BACA JUGA  Singkirkan Malaysia, Indonesia ke Semifinal Piala Thomas

LEAVE A REPLY