Ilustrasi memohon pertolongan Allah. (Foto: Ist)

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie (Founder Ekselensia Tahfizh School, Direktur Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pernahkah kita mengalami situasi yang sangat sulit, menekan, mencekam, dan seolah-olah tidak ada lagi jalan keluar? Depan dan belakang, kanan dan kiri mentok.

Kita seperti terjebak dan tidak bisa berlari ke mana-mana. Terjepit. Bahkan, di saat itu orang-orang di sekitar kita malah semakin menjatuhkan mentalitas kita.

Dalam situasi seperti itu, masihkah kita punya harapan? Masihkah kita memiliki optimisme? Saat nalar tidak bisa lagi berpikir, apa yang menjadi tumpuan harapan?

Itulah iman dalam hati yang mestinya tetap menyala-nyala. Lalu, menerangi jiwa dan pikiran, menyalakan keyakinan dan membuncahkan harapan.

Iman kepada Allah, inilah yang akan terus menguatkan diri kita saat dalam kondisi sesulit, seterjepit, dan semencekam apapun. Iman ini yang akan menyalakan keyakinan total akan pertolongan Allah.

Keyakinan bahwa Allah senantiasa membersamai kita. Dia tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sendiri dalam kesulitan selama kita bergantung total kepada-Nya.

Inilah ibrah (pelajaran berharga) dari perjalanan Nabi Musa alaihissalam bersama kaumnya ketika meninggalkan Mesir menuju negeri Kan’an. Kisah ini diabadikan dalam surah Asy-Syu’ara ayat 61-67 sebagai pelajaran dan inspirasi bagi kita.

BACA JUGA  Kuatkanlah Pundakmu

LEAVE A REPLY