Ilustrasi diabetes. (Foto: istockphoto)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam, Dr dr Wismandari SpPD-KEMD, mengatakan bahwa orang yang memiliki penyakit atau riwayat diabetes kondisinya akan lebih buruk setelah terkena Covid-19 dibandingkan dengan yang tidak.

“Bukan hanya Covidnya yang memburuk, diabetesnya juga memburuk, komplikasi yang akut juga bisa terjadi. Kalau diabetesnya bagus, dia bisa melawan. Kalau diabetesnya jelek, dia gampang ditekan sehingga lebih buruk,” ujar Wismandari dalam webinar, dikutip dari Antara, Sabtu (9/10/2021).

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menuturkan bahwa pasien dengan diabetes yang kadar HbA1c (hemoglobin A1c) tinggi, memiliki dua kali risiko lebih tinggi untuk terkena Covid-19 dengan gejala berat hingga kematian.

Infeksi Covid-19 pun meningkatkan risiko terjadinya komplikasi diabetes akut seperti Ketoasidosis Diabetik (KAD) dan Hyperglycemic Hyperosmolar Syndrome (HHS).

Lebih lanjut, Wismandari menjelaskan bahwa pasien dengan hiperglikemia atau kadar gula darah yang tinggi ditambah dengan Covid-19, berisiko mengalami kematian sebesar 86 persen, peningkatan kejadian ARDS atau gangguan pernapasan berat sebesar 53 persen, peningkatan cedera ginjal akut sebesar 88 persen, peningkatan cedera jantung akut sebesar 76 persen, intervensi medis meningkat dan perburukan gejala lebih cepat.

“Kalau orang diabetes kena Covid, intervensinya akan banyak, juga lebih banyak, bisa ke ICU juga, apalagi jika pasien yang diabetesnya enggak terkontrol,” tuturnya.

Sementara itu, Wismandari mengatakan bahwa pasien diabetes yang terkena Covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, asalkan gejala yang dirasakannya ringan.

BACA JUGA  Pasien Sembuh di Yogyakarta Bertambah Menjadi 434 Orang

LEAVE A REPLY