Ilustrasi mata kering karena pakai masker. (Foto: unsplash.com/anikolleshi)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sindrom mata kering mengintai mereka yang bekerja menatap layar gawai terlalu lama. Sesialis mata, dr Damara Andalia SpM, mengatakan bahwa mata kering disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya terlalu lama menatap TV, komputer atau gadget.

“Mata kering disebabkan penurunan produksi dan kualitas air mata yang bersifat sebagai pelumas. Bila tidak diatasi, mata kering dapat menimbulkan komplikasi luka terbuka pada lapisan luar pelindung mata yakni kornea,” kata Damara dalam webinar kesehatan, dikutip dari Antara, Jumat (8/10/2021).

Situasi pandemi berkepanjangan ini mengharuskan sebagian orang lebih banyak duduk atau berbaring sambil menonton televisi. Membaca dan menatap layar gawai dalam jangka waktu lama juga salah satu risiko terjadinya mata kering.

Gaya hidup seperti itu dapat memicu atau memperberat kondisi mata kering. Paparan pendingin udara secara langsung terlalu lama juga turut berpengaruh.

“Mata kering bisa dialami oleh orang-orang di atas 50 tahun, khususnya perempuan pascamenopause. Namun, dengan gaya hidup digital di mana gawai tak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari, mata kering dapat dialami oleh dewasa muda, bahkan anak-anak,” ujar dokter spesialis mata dari Universitas Indonesia itu.

Mata kering, kata Damara, juga dapat dipicu oleh faktor lingkungan, seperti debu, kering, berangin juga asap rokok. Ini dapat terjadi pada orang yang punya riwayat operasi mata, atau memiliki penyakit lain yang memicu mata kering.

Faktor lainnya yang dapat menyebabkan mata kering antara lain pemakaian lensa kontak yang tidak sesuai instruksi dokter mata, serta penyakit metabolik seperti diabetes melitus.

BACA JUGA  Perjuangan Guru Ilman, Naik Pohon demi Mendapat Sinyal hingga Mengunjungi Siswa

LEAVE A REPLY