Ilustrasi antibiotik. (Foto: harvard.edu)

ZNEWS.ID JAKARTA – Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Hindra Irawan Satari SpA(K) MTropPaed, mengatakan bahwa antibiotik termasuk salah satu penemuan penting dalam dunia medis yang bisa menyelamatkan nyawa manusia, asalkan digunakan sesuai indikasi.

“Antibiotik penemuan penting dalam dunia kesehatan karena bila digunakan atas indikasi bisa menyelamatkan nyawa,” kata Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (PERDALIN) itu, dikutip dari Antara, Jumat (8/10/2021).

Di Amerika Serikat, misalnya, antibiotik berperan melindungi nyawa sekitar 200.000 orang setiap hari. Dan, meningkatkan kemungkinan hidup 5-10 tahun pada bayi baru lahir yang terkena infeksi bakteri.

Antibiotik saat ini dimanfaatkan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri seperti demam tifoid atau tipes yang disebabkan bakteri Salmonella typhii, diferi akibat infeksi Corynebacterium diphteriae yang menyerang selaput lendir pada hidung tenggorokan, tetanus akibat infeksi bakteri Clostridium tetani hingga infeksi saluran kemih.

“Tifoid obatnya tidak ada lagi selain antibiotik, difteri tidak ada obatnya selain antibiotik, juga tetanus, pertusis, radang selaput otak akibat bakteri, infeksi saluran kencing,” tutur Hindra.

Dia mengingatkan orang-orang termasuk tenaga kesehatan untuk bijaksana memanfaatkan antibiotik salah satunya memastikan peruntukkan yang tepat demi menghindari resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik lebih sulit ditangani sehingga memunculkan masalah lain yakni kesakitan bertambah, risiko kematian pasien meningkat, rawat inap yang lebih panjang di rumah sakit dan biaya perawatan bisa menjadi berlipat ganda.

BACA JUGA  Anak yang Terinfeksi Covid-19 Tak Perlu Diberi Antibiotik

LEAVE A REPLY