Ilustrasi olahraga. (Foto: Pexels/William Choquette)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito Anggarino Damay, SpJP MKes FIHA FICA FAsCC, mengatakan bahwa olahraga memang baik untuk kesehatan jantung, namun, penyakit jantung sendiri disebabkan oleh banyak faktor.

Vito menjelaskan, penyakit jantung, khususnya koroner, memiliki beberapa faktor penyebab. Antara lain, gaya hidup tidak sehat seperti makan makanan tinggi karbohidrat atau lemak, obesitas, jarang beraktivitas fisik, dan kebiasaan merokok.

Penyakit jantung koroner ini tidak datang secara tiba-tiba. Biasanya, sudah menunjukkan tanda-tanda tetapi selalu diabaikan oleh penderitanya.

“Sering kali di Indonesia ini kurang aware akan pemeriksaan penyakit jantung, kayak mobil lah kalau udah mogok baru dibawa ke bengkel. Kadang-kadang udah ada kerusakan dari awal, bensinnya tinggal dikit, kampas remnya udah mau abis,” ujar Vito dalam webinar, dikutip dari Antara, Sabtu (2/10/2021).

“Pas tiba-tiba mogok baru bilang, ‘lah, kok, bisa?’ Kayak, kok, tiba-tiba punya penyakit jantung, padahal sebelumnya enggak ada apa-apa, bukan enggak ada apa-apa ya tapi tidak disadari karena kurangnya awareness,” lanjutnya.

Pemeriksaan jantung harus rutin dilakukan oleh masyarakat, baik pada orang yang memiliki keluhan ataupun yang merasa sehat. Saat seseorang merasa sehat, meski sebenarnya memiliki penyakit jantung, gangguan jantung ini bisa terjadi saat berolahraga dan tidak sedikit yang menyebabkan kematian.

“Saat mereka semangat olahraga, pede enggak sakit jantung, terus di tengah berolahraga mengalami serangan jantung atau gangguan jantung. Ini sering terjadi kan pada beberapa atlet,” kata Vito.

BACA JUGA  Usia di Atas 30 Tahun Sebaiknya Lakukan Check Up Jantung

LEAVE A REPLY