Ilustrasi salat. (Foto: Xinhua/Mustafa Kaya)

ZNEWS.ID JAKARTA – Praktik salat yang dilakukan dari zaman nenek moyang kita sampai saat ini umumnya banyak yang menggunakan standar salat yang dijelaskan oleh mazhab Syafi’i. Hal ini terjadi sebab mayoritas penduduk Indonesia umumnya bermazhab Syafi’i.

Para ulama yang menyebarkan Islam di Nusantara tentu saja juga ulama-ulama yang bermazhab Syafi’i. Sehingga  dengan sendirinya praktik salat pun berpatokan pada fikih mazhab Syafi’i.

Tulisan ini akan memaparkan sifat salat Nabi Muhammad SAW berdasarkan mazhab Syafi’i, sebagaimana ditulis oleh Muhammad Ajib Lc MA, dalam bukunya Dalil Sahih Sifat Shalat Nabi ala Mazhab Syafi’i.

Meletakkan tangan di atas tangan kiri hukumnya sunah. Adapun dalam mazhab Syafi’i, posisi kedua tangan diletakkan di atas pusar dan bukan di bawah pusar, apalagi di atas dada.

Dalil pertama: Dari sahabat Wail bin Hujr Radhiyallahu ‘anhu berkata: saya salat bersama Nabi SAW dan beliau meletakkan kedua tangannya di atas dadanya. (Hadis riwayat Ibnu Khuzamah)

Dalil kedua: Telah ada riwayat dari Nabi yang menyebutkan bahwa beliau melarang takfir; yaitu melarang meletakkan kedua tangan persis di atas dada. (Bada’i al-Fawaid) (ddhk.org)

Editor: Agus Wahyudi

BACA JUGA  Sifat Salat Nabi: Membaca Doa Qunut Subuh (13)

LEAVE A REPLY