Ilustrasi masih muda sudah pelupa. (Foto: Shutterstock/Tatiana Chekryzhova)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pernah Anda berada di pesta dan tidak dapat mengingat nama orang yang Anda ajak bicara? Atau, harus mengobrak-abrik rumah demi mencoba menemukan kunci kendaraan Anda? Pikiran pertama yang mungkin muncul, “Apa yang salah dengan saya?” dan “Mungkinkah saya mengembangkan alzheimer dini padahal belum memasuki usia pralansia apalagi lansia?”

Menurut pakar psikiatri dari Hackensack University Medical Center in New Jersey, Gary Small MD, gangguan memori semacam ini dapat terjadi pada usia berapa pun dan bisa muncul sejak usia 20 tahun-an.

Salah satu penyebabnya, seperti dikutip dari Livestrong, yakni volume otak menyusut. Ingatan secara alami menurun sekitar 2 persen setiap dekade kehidupan, yang berarti ingatan Anda akan lebih buruk pada usia 30 tahun daripada pada usia 20 tahun.

“Ini karena menyusutnya hippocampus Anda, bagian otak Anda yang menyimpan ingatan,” ujar ahli saraf Majid Fotuhi, MD, PhD, di NeuroGrow Brain Fitness Center di McLean, Virginia.

Faktor lainnya, kondisi kesehatan lainnya yang memengaruhi memori seperti tekanan darah tinggi. Menurut American Heart Association, masalah ini terutama di usia paruh baya dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih tinggi di kemudian hari.

“Hipertensi yang tidak diobati menyempitkan dan menyumbat arteri di berbagai organ termasuk di otak Anda,” kata Fotuhi.

Studi dalam Nature Chemistry pada 2018 menyebutkan bahwa kolesterol tinggi juga beracun bagi otak Anda, memicu pembentukan protein amiloid-beta, yang berhubungan dengan perkembangan penyakit Alzheimer.

BACA JUGA  Mewaspadai Dampak Long Covid pada Otak 

LEAVE A REPLY