Ilustrasi emas. (Foto: unsplash.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Berdasarkan Undang-Undang tentang pengolahan Zakat No 38 Tahun 1998, pengertian zakat maal adalah bagian dari harta yang disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki orang muslim sesuai ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Zakat mal emas, perak, tabungan dapat dikatakan terkena zakat, jika sudah mencukupi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Sudah cukup haulnya (1 tahun).
  • Sudah mencapai nisab (85 gram emas).
  • Zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5%.
  • Besar nisab zakat perak 672 gram.
  • Uang tabungan yang nominalnya sama dengan nilai nisab emas ataupun perak.

“… dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. Al-Taubah:34-35)

Salah satu teori yang menyatakan bahwa rumusan zakat emas sebesar 85 gram emas murni bermula dari hitungan nisab emas 20 dinar, 1 dinar sama dengan 4,25 gram emas. Oleh karena itu, 20 dinar sama dengan 85 gram emas murni. Lalu, bagaimana cara perhitungan zakat mal emas, perak dan tabungan?

Berikut cara menghitung zakat mal emas, perak dan tabungan:

Zakat emas memiliki nisab zakat sebesar 85 gram (kita asumsikan harga per gram Rp 940.000) jika seseorang memiliki simpanan emas, perak ataupun tabungan. Maka cara menghitung zakat yang harus dikeluarkan adalah sebagai berikut:

Kasus 1:

Damayanti memiliki emas sebanyak 120 gram (sudah cukup nisab) dan sudah cukup haulnya (sudah lebih dari 1 tahun), berapa besar zakatnya dan bagaimana cara menghitung zakat yang harus ibu Damayanti keluarkan?

Solusi :

120 gram emas x Rp 940.000 per gram = Rp 112.800.000. Maka, besarnya zakat emas yang harus dikeluarkan ibu Damayanti sebesar Rp 112.800.000 x 2,5% = Rp 2.820.000.

BACA JUGA  DDHK Sediakan Layanan Jemput Zakat Fitrah di Hong Kong

LEAVE A REPLY