Tais pet, kain tenun khas Tanimbar. (Foto: dispar.malukuprov.go.id)

ZNEWS.ID JAKARTA – Provinsi Maluku seperti banyak daerah lainnya di Nusantara memiliki seni kerajinan berupa kain tradisional atau wastra yang merupakan warisan turun-temurun masyarakat setempat. Kain tenun tradisional itu dikenal sebagai tais pet dan merupakan kerajinan khas dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, nama baru yang disematkan pada Kabupaten Maluku Tenggara Barat, sejak 28 Januari 2019.

Tais pet merupakan satu di antara 33 wastra asli Indonesia yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sejak 1 Januari 2013. Wastra asli Maluku ini menjadi bagian dari penyebaran budaya kain tenun saat kedatangan bangsa-bangsa asing ke Nusantara dahulu kala.

Mengutip dari laman situs Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tais pet ada hubungannya dengan ekspedisi perdagangan kain sutra bangsa Tiongkok yang dikenal sebagai Jalur Sutra. Hal ini terjadi pada 618–906, ditandai dengan kunjungan para musafir dari Tiongkok, misalnya I Tsing di Sriwijaya.

Selain itu, Laksamana Cheng Ho dan Ma Huan berkunjung ke Majapahit. Dari Kerajaan Majapahit itulah penyebaran tais pet atau kain tenun mulai dipelajari oleh penduduk pribumi di Nusantara.

Dengan demikian, diperkirakan penyebaran kain tenun sutera sekaligus pengetahuannya ke Kepulauan Tanimbar terjadi sekitar abad ketiga masehi. Persebaran tais pet di Kepulauan Tanimbar diyakini melalui dua jalur persebaran dengan periode waktu yang berbeda.

Persebaran pertama diduga berada pada saat periode barter di wilayah Nusantara, dengan jalur dari arah barat ke timur Nusantara. Yakni, melalui Malaka, Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Timor, dan berakhir di Kepulauan Maluku (Babar, Tanimbar, Kei, dan Seram).

Sedangkan, jalur persebaran kedua disinyalir dari arah barat, tapi kemudian ke utara, yaitu lewat Sumatra, Jawa, Sulawesi (Makassar, Toraja, Palu, Manado). Kemudian ke Maluku Utara (Ternate-Tidore, Halmahera), Seram sampai arah selatan Maluku (Kepulauan Kei, Tanimbar, dan Babar).

BACA JUGA  BMKG Bantu Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Gempa dan Tsunami di Maluku

LEAVE A REPLY