Situs Karahantepe di Sanliurfa, Turki. (Foto: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

ZNEWS.ID SANLIURFA – Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Turki bersama Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki (TGA) memperkenalkan Karahantepe sebagai salah satu situs yang termasuk di proyek Tas Tepeler.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengatakan bahwa situs dan penggalian termasuk di Karahantepe akan mengungkapkan kontribusi penting Anatolia bagi sejarah manusia.

“Dalam beberapa hari mendatang, penggalian akan dimulai di gundukan pemukiman Ayanlar, Yogunbur, Harbetsuvan, Kurttepesi dan Taslitepe, sebagai bagian dari fase pertama Proyek Penelitian Neolitik Sanliurfa yang akan berlangsung antara 2021-2024,” kata Menteri Ersoy, ditulis Minggu (26/9/2021).

“Pengukuran geomagnetik dan pengukuran radar penembus tanah telah dilakukan di beberapa daerah ini. Pengukuran ini akan berlanjut secara paralel dengan penggalian. Ini adalah proyek yang signifikan dengan konten yang luar biasa dan hasil yang mengesankan,” imbuhnya.

Ersoy menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan para pemangku kepentingan seperti 12 institusi dan organisasi, termasuk delapan universitas di Turki dan internasional. Ia mengatakan pihaknya juga sangat terbuka untuk menerima para peneliti dan institusi lain di dunia untuk bergabung di proyek ini.

“Kami mencoba untuk menggandeng sebanyak mungkin pihak dari luar Turki untuk terlibat. Semakin banyak, akan semakin baik, sehingga kami sebagai pemerintah bisa menyediakan anggaran untuk proyek ini secara maksimal,” kata Ersoy.

“Diharapkan, proyek ini akan lebih komperhensif, dan kami sangat terbuka dengan partisipasi dari kalangan internasional,” ujarnya menambahkan.

BACA JUGA  Berterima Kasih pada Trump, Erdogan Akhirnya Ucapkan Selamat pada Biden

LEAVE A REPLY