Wisata Benteng Van Den Bosch. (Foto: wikipedia.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Ngawi tak hanya dikenal dengan wisata sejarah manusia purbanya. Kabupaten di Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah ini juga menyimpan potensi wisata sejarah, berupa bangunan benteng dari era Hindia Belanda.

Namanya Benteng Van Den Bosch, berlokasi di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, atau sekitar 1 kilometer timur laut dari pusat pemerintahan kabupaten berpenduduk hampir 900 ribu jiwa itu. Dilansir dari indonesia.go.id, Benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-43, Johannes Graaf Van Den Bosch, yang dikenal dengan tanam paksa atau cultuurstelsel.

Bangunan bersejarah berukuran panjang 165 meter dan lebar 80 meter itu berdiri di atas lahan seluas 15 hektare. Bangunan pertahanan tersebut mulai dibuat oleh arsitek Belanda, Jacobus von Dentzsch, antara tahun 1839 hingga 1845.

Wisata Benteng Van Den Bosch. (Foto: situsbudaya.id)

Posisi benteng ini tak seperti lazimnya sebuah bangunan pertahanan. Jika umumnya benteng dibangun dengan posisi lebih tinggi dari daratan di sekitarnya atau berada di perbukitan, tidak demikian dengan bangunan seluas 7.594,2 meter persegi (m2) itu.

Arsitek Dentzsch justru mendirikannya dengan posisi bangunan lebih rendah dari tanah di sekitarnya. Karena posisinya yang terpendam itulah membuat Benteng Van Den Bosch juga disebut dengan Benteng Pendem.

Bukan itu saja, lokasi benteng berada di sudut sebuah lahan tempuran, atau pertemuan dua sungai besar, Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Dengan posisi seperti itu membuat keberadaan Benteng Pendem sangat diperlukan Pemerintah Hindia Belanda untuk mengamankan dan menguasai jalur perdagangan mereka.

Terlebih, saat itu mereka usai menghadapi perlawanan berat dari Pangeran Diponegoro dalam perang yang berlangsung pada 1825-1830. Belanda menjadikan Ngawi dan Madiun sebagai pusat pertahanan ketika peperangan terjadi.

BACA JUGA  Potensi Ngawi Kembangkan Ekowisata Berkearifan Lokal

LEAVE A REPLY