Ilustrasi salat. (Foto: ibtimes.co.uk)

ZNEWS.ID JAKARTA – Praktik salat yang dilakukan dari zaman nenek moyang kita sampai saat ini umumnya banyak yang menggunakan standar salat yang dijelaskan oleh mazhab Syafi’i. Hal ini terjadi sebab mayoritas penduduk Indonesia umumnya bermazhab Syafi’i.

Para ulama yang menyebarkan Islam di Nusantara tentu saja juga ulama-ulama yang bermazhab Syafi’i. Sehingga  dengan sendirinya praktik salat pun berpatokan pada fikih mazhab Syafi’i.

Tulisan ini akan memaparkan sifat salat Nabi Muhammad SAW berdasarkan mazhab Syafi’i, sebagaimana ditulis oleh Muhammad Ajib Lc MA, dalam bukunya Dalil Sahih Sifat Shalat Nabi ala Mazhab Syafi’i.

Membaca Salam Pertama

Salam yang diucapkan ketika menoleh ke kanan hukumnya adalah wajib. Adapun salam yang diucapkan ketika menoleh ke kiri hukumnya adalah sunah.

Mazhab Syafi’i menggunakan dalil sahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi, “Dari sahabat Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: Kunci salat adalah wudu, dan permulaan salat adalah takbir, serta akhir salat adalah mengucapkan salam.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)

Tertib Rukun

Rukun-rukun yang sudah kita sebutkan di atas (dari tulisan bagian 1 hingga bagian 12 tentang sifat salat Nabi SAW) harus dikerjakan secara tertib atau berurutan. Hal ini berdasarkan praktk dari Nabi SAW ketika beliau salat.

Dari sahabat Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW bersabda: “Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat”. (Hadits riwayat Bukhari) (ddhk.org)

Editor: Agus Wahyudi

BACA JUGA  Sifat Salat Nabi: Rukun Salat Mazhab Syafi’i (1)

LEAVE A REPLY