Ilustrasi membaca selawat nabi di tasyahud akhir. (Foto: zakat.or.id)

ZNEWS.ID JAKARTA – Praktik salat yang dilakukan dari zaman nenek moyang kita sampai saat ini umumnya banyak yang menggunakan standar salat yang dijelaskan oleh mazhab Syafi’i. Hal ini terjadi sebab mayoritas penduduk Indonesia umumnya bermazhab Syafi’i.

Para ulama yang menyebarkan Islam di Nusantara tentu saja juga ulama-ulama yang bermazhab Syafi’i. Sehingga  dengan sendirinya praktik salat pun berpatokan pada fikih mazhab Syafi’i.

Tulisan ini akan memaparkan sifat salat Nabi Muhammad SAW berdasarkan mazhab Syafi’i, sebagaimana ditulis oleh Muhammad Ajib Lc MA, dalam bukunya Dalil Sahih Sifat Shalat Nabi ala Mazhab Syafi’i.

Setelah menyelesaikan bacaan tasyahud akhir, kita punya satu kewajiban lagi yaitu membaca selawat atas Nabi SAW. Adapun selawat atas keluarga Nabi dan selawat atas Nabi Ibrahim AS hukumnya sunah. Jika dibaca hingga akhir maka lebih afdal.

Minimal bacaan selawat yang wajib itu adalah “Allahumma Sholli Ala Muhammad”. Dan juga disunnahkan menambahkan lafaz “Sayyidinaa” sebelum kata Muhammad.

Dalam masalah membaca selawat kepada Nabi SAW, mazhab Syafi’i menggunakan dalil sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, “Dari sahabat Ka’ab bin Ajrah radhiyallahu ‘anhu bahwa kami bertanya, wahai Rasulullah bagaimana kami mengucapkan shalawat atasmu? Nabi SAQ bersabda: Allahumma sholli ala muhammad wa ‘alaa aali muhammad, kama shollaita ala ibrohim dan seterusnya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim) (ddhk.org)

Editor: Agus Wahyudi

BACA JUGA  Sifat Salat Nabi: Isyarat Jari Telunjuk pada Tasyahud dan Membaca Salam Kedua (24-Selesai)

LEAVE A REPLY