Ilustrasi salat. (Foto: Xinhua/Mustafa Kaya)

ZNEWS.ID JAKARTA – Praktik salat yang dilakukan dari zaman nenek moyang kita sampai saat ini umumnya banyak yang menggunakan standar salat yang dijelaskan oleh mazhab Syafi’i. Hal ini terjadi sebab mayoritas penduduk Indonesia umumnya bermazhab Syafi’i.

Para ulama yang menyebarkan Islam di Nusantara tentu saja juga ulama-ulama yang bermazhab Syafi’i. Sehingga  dengan sendirinya praktik salat pun berpatokan pada fikih mazhab Syafi’i.

Tulisan ini akan memaparkan sifat salat Nabi Muhammad SAW berdasarkan mazhab Syafi’i, sebagaimana ditulis oleh Muhammad Ajib Lc MA, dalam bukunya Dalil Sahih Sifat Shalat Nabi ala Mazhab Syafi’i.

Membaca surah Al-Fatihah menurut mazhab Syafi’i hukumnya wajib. Baik bagi imam maupun makmum. Begitu juga bagi yang salatnya sendirian.

Adapun bagi makmum yang masbuk, ketika mendapati imam sedang rukuk, maka bagi si makmum hanya berkewajiban mengucapkan takbiratul ihrom, kemudian langsung ikut rukuknya imam. Dalam hal ini makmum tidak wajib membaca surah Al-Fatihah karena statusnya masbuk.

Namun, jika dari awal dia mengikuti takbiratul ihramnya sang imam atau masih punya kesempatan untuk membaca surah Al-Fatihah, wajib baginya untuk membacanya.

Bagi makmum, dianjurkan membaca surah Al-Fatihah ketika imam selesai membaca Al-Fatihah. Sebab, ketika imam membaca Al-Fatihah, makmum dianjurkan untuk mendengarkan bacaan Al-Fatihahnya imam.

BACA JUGA  Sifat Salat Nabi: Duduk Istirahat dan Mengangkat Kedua Tangan ketika Hendak Berdiri ke Rakaat Ketiga (23)

LEAVE A REPLY