Ilustrasi varian baru virus Corona. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID, JAKARTA –Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengharapkan masyarakat agar tidak menurunkan kewaspadaannya akan potensi meningkatnya kembali jumlah korban akibat COVID-19 karena Coronavirus diyakini bakal terus bermutasi.

Dicky Budiman dalam webinar Alinea Forum bertajuk Waspada Masa Krisis Pandemi COVID-19 Belum Berakhir di Jakarta Selasa, memperkirakan akan ada beberapa varian COVID-19 yang lebih berbahaya dari varian delta. Indikasinya dengan ditemukannya varian C.1.2 di Afrika Selatan pada bulan Mei 2021.

“Varian ini berpotensi mengalahkan delta. Ini karena semua mutasi dari alpha, beta, delta, dan gamma ada di varian 1.2,” katanya.

Makanya, dia mengingatkan agar pemerintah bersiap dan berupaya mencegah masuknya varian tersebut. Di sisi lain, juga mulai bersiap untuk hidup berdampingan dengan COVID-19 karena tampaknya pandemi ini masih panjang.

PPKM level, kata Dicky, juga dianggapnya suatu strategi yang tepat. Saat ini WHO pun sedang membuat strategi yang mirip dengan PPKM level.

Menurut dia, PPKM menjadi penjaga gawang selama masih merebaknya COVID-19. Hal itu harus dipahami oleh semua pihak dan kewajiban pemerintah menjelaskan kepada masyarakat.

“PPKM ini tidak mematikan ekonomi, kecuali kalau level empat. Inilah yang harus disampaikan kepada publik,” katanya.

BACA JUGA  Mutasi Virus Bisa Dicegah dengan Mengurangi Mobilitas

LEAVE A REPLY