Ilustrasi varian baru virus Corona. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr. Reisa Broto Asmoro mengajak masyarakat untuk lebih mewaspadai terjadinya mutasi varian baru dari virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19.

“Yang perlu diketahui juga bahwa mutasi virus itu bereplikasi. Sehingga semakin banyak virus berkembang biak, berpindah inang, maka makin besar kemungkinan dia bermutasi,” kata Reisa dalam “Siaran Sehat Kesiapsiagaan Hadapi Varian Baru” yang terpantau daring di Jakarta, Senin.

Reisa mengatakan mutasi virus tersebut merupakan bentuk alamiah dari sebuah virus yang sedang menyesuaikan diri dan ingin bertahan hidup.

Lebih lanjut dia menjelaskan dalam penyesuaian itu, tidak semua efek mutasi pada suatu virus berbahaya. Proses mutasi dapat membuat virus itu sendiri hancur atau bertahan dan memiliki daya serap yang lebih hebat.

Ia memberikan contoh virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab COVID-19, merupakan variasi dari berbagai seri mutasi dari virus SARS-CoV-1 yang menyebabkan terjadinya wabah SARS di tahun 2002 di sejumlah negara seperti Hongkong, Singapura, dan Taiwan.

“Jadi memang mutasi ini sebagai cara makhluk hidup berevolusi pasti terjadi. Tugas kita adalah mempelajari, memantau dan memahami supaya mutasi ini terantisipasi. Jadi kita punya langkah antisipasi dan perlindungan yang tepat,” kata Reisa menjelaskan pentingnya mengantisipasi terjadinya mutasi pada suatu virus.

Ia menegaskan walaupun COVID-19 telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) termasuk dalam kategori Variant of Interest (VOI), seluruh pihak perlu mewaspadai apabila tercipta varian baru akibat mutasi dari virus SARS-CoV-2 yang dapat masuk ke dalam kategori Variant of Concern (VOC).

BACA JUGA  2.286.123 Warga Indonesia Telah Divaksinasi

LEAVE A REPLY