Ilustrasi mendukung anak menjadi konten kreator sejak dini. (Foto: theconversation.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Salah satu profesi yang tengah naik daun dalam kurun waktu lima tahun terakhir adalah kreator konten. Tidak sedikit anak-anak yang masih kecil kini bermimpi, menaruh minat, dan bercita-cita menjadikan konten kreator sebagai profesinya kelak.

Psikolog klinis Saskhya Aulia Prima dari Tiga Generasi membagikan beberapa kiat bagi orang tua untuk mendukung minat buah hati menjadi pembuat konten digital agar berjalan baik dan bisa engembangkan kepercayaan diri anak dengan optimal.

“Pertama, untuk mendukung minat anak yang paling penting itu value atau nilai keluarga. Ajarkan yang baik, jadi ketika anak mau berkreasi kita bisa mengarahkan dia melakukan kegiatan bermanfaat, sesuatu yang ada nilainya. Apalagi kalau mau jadi content creator digital itu, kan, digital footprint tidak bisa dihapus,” kata Saskhya dalam webinar, dikutip dari Antara, Selasa (14/8/2021).

Selain menanamkan nilai-nilai dan juga manfaat kepada anak dari usia dini, orang tua juga harus membiasakan anak berjalan memahami proses dari peristiwa, bukan berfokus pada hasil akhir.

Poin itu kerap kali dilupakan oleh orang tua dan sering kali terjadi. Sehingga, pada akhirnya anak malah sibuk mendapatkan hasil akhir sesuai ekspektasinya tanpa memahami proses yang dijalani dalam setiap peristiwa.

Meski bisa jadi ketika anak berfokus pada likes, komentar, hingga isi konten karena terpengaruh lingkungan sosial lainnya. Namun, sikap keluarga yang tak memerhatikan anak untuk belajar mendalami proses dalam peristiwa juga bisa berpengaruh fatal pada masa depannya.

“Kadang orang tua lupa buat ngobrol soal proses, yang ditanya seringnya out put. Misalnya, ngobrol setiap hari nanyanya kamu dapat nilai ujian berapa? Kamu lulus atau enggak? Tapi tidak pernah ditanya bagaimana perasaanmu hari ini? Bagaimana kamu melakukan prosesnya? Jadi, seringkali anak diajarkan untuk meraih sesuatu tapi lupa diajarkan ketika sesuatu lepas atau tidak tercapai bagaimana menanganinya,” kata Saskhya.

BACA JUGA  Cara Menemukan dan Merawat Bakat Anak di Masa Pandemi

LEAVE A REPLY