petugas sedang memasang panel surya guna mencapai nol emisi karbon 2060. foto: Katadata

ZNEWS.ID, JAKARTA – Di suatu pagi, burung-burung berkicau bersahutan lebih nyaring di bumi ini, matahari memancarkan sinarnya membagikan kehidupan untuk manusia di bumi yang kita tempati, bunga-bunga bermekaran menyambut pagi, pohon terasa menyerap semua emisi karbon begitupun tanah dan laut. Pemanasan global telah dipangkas rendah, dan kenaikan suhu bumi sudah berkurang dan secara lingkungan, semua terasa damai.

Mungkin kurang lebih begitu gambaran Indonesia ketika mencapai nol emisi karbon di tahun 2060. Memang, masih butuh waktu yang tidak sebentar untuk bumi mencapai lestari begitu saya menyebutnya.

Indonesia diketahui mempunyai banyak sumber energi. Negeri gemah ripah loh jinawi (subur dan makmur) ini diketahui memiliki banyak sumber energi yang terpendam di Indonesia seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan juga biomassa. Namun, semuanya dapat merusak bumi apabila digunakan secara berlebihan dan energi-energi tersebut dapat habis, dan butuh waktu jutaan tahun untuk tergantikan dengan energi yang baru.

Nah, beberapa waktu terakhir ini Pemerintah tengah gencar mengejar penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen dari yang ditargetkan hingga 2025. Termasuk target sebesar 29 persen hingga 2030 mendatang, hingga nanti akhirnya Pemerintah menargetkan tercapainya net zero emission (nol emisi karbon) pada 2060 mendatang.

“Indonesia tentu tidak terlalu lama akan juga meninggalkan energi fosil dan masuk ke energi baru terbarukan (EBT) untuk menghindari pemanasan bumi. Target ini harus didorong, sehingga bisa lebih cepat dari yang disebutkan 2060,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers virtual Grab Langkah Hijau, dilansir CNN Indonesia, beberapa waktu lalu.

Target dan besaran persentase penggunaan EBT tersebut mengacu pada hasil Perjanjian Paris (Paris Agreement) yang diselenggarakan 2015 silam.

BACA JUGA  Luhut Desak Ada Pedoman Tes Swab bagi Garda Terdepan

Energi terbarukan merupakan sumber energi yang berasal dari sumber daya alam dan tidak akan habis karena terbentuk dari proses alam yang berkelanjutan. Contoh dari energi terbarukan adalah seperti sinar matahari, ombak, angin, dan air.

Seperti dilansir dalam laman projectmultatuli, merujuk data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia memang kaya sumber daya energi bersih. Potensi EBT Nusantara diperkirakan bisa menghasilkan listrik hingga 442 gigawatt, dan untuk diketahui, potensi terbesar ada di tenaga surya, yang kira-kira setara 207,9 GW.

Nah, untuk saat ini, PT Surya Utama Nuansa (SUN Energy)  sebagai pengembang solusi tenaga surya terintegrasi dan merupakan salah satu pelopor pengembang proyek panel surya di Indonesia, dan telah memiliki proyek sebesar 49 Megawatt dalam kurun waktu 3 tahun sejak berdiri sejak 2016 lalu.

SUN Energy telah berpengalaman untuk memberikan solusi terintegrasi bagi para pelanggan, mulai dari konsep hingga konstruksi seperti penentuan lokasi dan perizinan proyek, serta beragam model pembiayaan termasuk penyewaan panel surya.

“Untuk sistem sewa, pelanggan dapat menandatangani kontrak dengan SUN Energy dengan jangka waktu 15-25 tahun tergantung tarif dan perhitungan pelanggan. Adapun pembayaran per bulan berdasarkan pemakaian listrik. Sementara untuk sistem leasing, ditetapkan DP di awal, lalu pelanggan dapat mencicil 3-6 tahun ke depan. Untuk memudahkan dalam penyicilan, SUN Energy telah bekerja sama dengan p2p lending,” ucap Chief Commercial Officer SUN Energy, Dionpius Jefferson dikutip dari SWA.

Sebagai pengembang proyek, SUN Energy menyediakan investasi di muka, sehingga pelanggan dapat menikmati listrik secara terjangkau dari energi bersih dengan model pembayaran sewa setiap bulannya.

Dionpius menambahkan, proyek panel surya SUN Energy dipasang di berbagai lokasi seperti perumahan, gedung perkantoran, pabrik, pusat perbelanjaan, hotel, puskesmas, pom bensin dan area pertambangan. Dipercayai sebagai perusahaan blue chip di Indonesia, SUN Energy bekerja sama dengan mitra teknologi terbaik untuk memberikan produk yang berkualitas, aman, dan efisien.

BACA JUGA  Luhut: Impor Garam Hanya untuk Kebutuhan Industri

Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia diharapkan perlu bergerak cepat dalam mengambil peran penting untuk memitigasi risiko pemanasan global di skala lokal maupun internasional.

Milestones

petugas sedang memasang panel surya guna mencapai nol emisi karbon 2060. (Foto: Marketing.co.id)

Berikut ini beberapa milestone SUN Energy, di tahun 2016, Bulan Agustus, SUN Energy hadir untuk melistriki Indonesia dengan energi terbarukan

2017

SUN Energy berhasil menyelesaikan proyek pertama untuk PT Berau Coal Energy dan melistriki salah satu daerah di Birang yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik

Instalasi panel surya oleh SUN Energy untuk menjalankan pompa air PT Kuansing Inti Makmur

Kantor pusat PT Berau Coal Energy telah menggunakan panel surya sebagai salah satu alternatif energi listrik

2018

SUN Energy berinovasi dengan model bisnis baru, yaitu menjadi pengembang proyek

Tahun pertama SUN Energy menyelesaikan proyek 10 MWp melalui model pembiayaan sistem sewa

SUN Energy berhasil memasang panel surya

Mendukung keberhasilan ASEAN Games 2018, SUN Energy memasang panel surya di titik pengisian baterai telepon genggam.

2019

Mengukuhkan diri menjadi perusahaan pengembang proyek panel surya terbesar di Indonesia yang dipercaya oleh Sinarmas Land untuk menginstalasi panel surya berkapasitas 24 MWp

Pemasangan panel surya terbesar berkapasitas 780 kWp di pusat perbelanjaan QBig Mall, BSD, Tangerang

PT Astra Honda mempercayai SUN Energy memasang panel surya berkapasi

2020

Megakuisisi proyek internasional berkapasitas 17 Megawatt di Thailand

Instalasi sistem energi tenaga surya pertama untuk Fonterra di Asia Tenggara

Instalasi manufaktur kemasan plastik berkapasitas 2,5 Megawatt

Pemasangan PLTS laboratorium energi terbarukan terbesar Indonesia berkapasitas 1 Megawatt di kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA)

LEAVE A REPLY