Ilustrasi: Masjid Bayan di Lombok. (Foto: Wikimedia Commons)

Oleh: Fatchuri Rosidin (Direktur Inspirasi Melintas Zaman)

ZNEWS.ID JAKARTA – Hari itu, di awal 1545 M, kapal yang ditumpangi Raden Prapen mendarat di Labuan Carik, pelabuhan dagang di Pulau Lombok bagian utara yang masuk dalam wilayah Kerajaan Bayan. Diantar oleh petugas pelabuhan Carik, rombongan Raden Prapen sampai di pusat kerajaan dan menjumpai Raja Datuk Bayan.

“Selamat datang, Raden Prapen. Sungguh sebuah kehormatan kami mendapat kunjungan utusan dari Giri Kedaton. Kami telah mendengar bagaimana Giri Kedaton menjadi pusat pendidikan para bangsawan di Nusantara dan bahkan berkembang menjadi kerajaan setelah runtuhnya Majapahit,” sambut Datuk Bayan.

Raden Prapen pun menjelaskan niatnya untuk memperkenalkan Islam kepada rakyat Bayan dan mengajak Datuk Bayan untuk masuk Islam.

“Seperti yang Datuk Bayan ketahui, dalam seratus tahun ini, telah terjadi perubahan besar di Tanah Jawa. Di akhir masa Majapahit, Islam telah menjadi agama kedua. Banyak pejabat Kerajaan Majapahit dan para adipati di daerah-daerah yang telah memeluk Islam. Banyak dari mereka merupakan murid-murid Giri Kedaton. Dan sekarang, kekuasaan di Tanah Jawa telah berpindah ke Demak dan Giri Kedaton. Bahkan di Tatar Sunda, Pajajaran telah lenyap dan digantikan oleh Kesultanan Cirebon dan Banten. Islam telah menjadi agama para raja, adipati, dan rakyat Jawa. Saya ingin mengajak Datuk dan rakyat Bayan yang dulu merupakan bagian dari Majapahit untuk bergabung bersama dengan wilayah-wilayah bekas Majapahit yang lain menjadi gugusan kesultanan Islam di Nusantara,” jelas Raden Prapen menyampaikan maksudnya.

“Raden Prapen, saya mengikuti perkembangan yang terjadi di Tanah Jawa,” kata Datuk Bayan, “saya juga menyaksikan bagaimana Islam telah masuk ke wilayah-wilayah Nusantara; mulai dari Sumatra, Jawa, Banjar, Gowa, hingga Ternate. Saudagar-saudagar muslim dari Arab, Persia, India, dan Malaka juga banyak datang ke Bayan.”

BACA JUGA  Menebar Cahaya di Bumi Lombok (3)

“Saya ucapkan terima kasih atas tawaran Raden Prapen. Tapi, biarlah rakyat Bayan yang menentukan. Saya akan kumpulkan rakyat Bayan. Raden bisa menjelaskan Islam kepada rakyat Bayan dan biarkan mereka menilainya sendiri,” kata Datuk Bayan menjelaskan sikapnya.

LEAVE A REPLY