Ilustrasi depresi. (Foto: Pexels.com/Pixabay)

ZNEWS.ID JAKARTA – Peneliti Kesehatan Mental dalam Pencegahan Bunuh Diri dan pendiri Emotional Health for All, Dr Sandersan Onie, mengatakan bahwa tindakan bunuh diri dapat menular kepada orang lain. Peneliti dari University of New South Wales Australia itu menjelaskan bahwa tindakan bunuh diri menular ini biasa disebut dengan suicide contagion.

Orang-orang yang berisiko tertular adalah mereka yang terpapar dengan berita bunuh diri atau dari orang terdekat yang telah melakukan tindakan tersebut.

“Jadi, betul penularan bunuh diri itu bisa lewat berita, bisa orang yang kita kenal yang melakukan bunuh diri. Tentu, itu akan berdampak lebih dalam lagi. Mendengar ada selebritis yang bunuh diri pun meningkatkan risiko bunuh diri juga,” ujar Sandersan dalam webinar dikutip dari Antara, Senin (13/9/2021).

Menurut Sandersan, suicide contagion merupakan salah satu masalah yang cukup besar untuk dihadapi. Sebagai penanganannya, Sanderson menyarankan untuk membuat rencana keamanan jika seseorang sedang berada dalam masa krisis atau ketika rasa depresi dan keinginan bunuh diri datang.

“Kalau seseorang sudah terekspos oleh berita bunuh diri, kita butuh intervensi cepat dan salah satunya lewat rencana keamanan. Untuk membuat rencana keamanan tidak usah menunggu psikolog klinis, itu bisa dilakukan oleh siapa aja,” kata Sandersan.

Mengutip laman ehfa.id, dalam membuat rencana keamanaan, hal pertama yang harus dipahami oleh oleh seseorang yang sedang dalam masa krisis adalah mengenal tanda bahaya atau pemicu dari rasa depresi. Misalnya, perasaan tidak berguna dan tidak berharga, merasa tidak ada harapan, insomnia, tidak ingin berbicara dengan orang lain dan merasa kesepian.

Lalu, buat daftar alasan untuk tetap bertahan hidup. Perasaan ingin bunuh diri biasanya membuat seseorang lupa pada kebahagiaan sederhana. Cobalah untuk mengingat hal-hal yang membuat bahagia, seperti momen ketika minum kopi bersama keluarga atau teman, acara nonton favorit hingga makanan kesukaan.

BACA JUGA  Depresi Tak Selalu Ditunjukkan dengan Ekspresi Murung

LEAVE A REPLY