Ilustrasi sahabat nabi Umar binKhattab. (Foto: Istimewa)

Oleh: Saiful Muhjab (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Semarang)

ZNEWS.ID JAKARTA – Menjadi penolong dalam jalan kesepian merupakan bentuk keikhlasan yang memang harus diupayakan, bukan hanya dibiarkan lahir begitu saja. Tapi, ia harus diupayakan atau diusahakan hadir.

Seperti dalam buku yang saya baca bahwa tugas kita adalah memberi pupuk agar bibit tumbuh dan berbunga. Ini semua perlu upaya atau kerja keras yang tak sederhana.

Menjadi penolong dalam jalan kesepian merupakan konsekuensi dari pilihan yang telah kita ambil. Bukan hanya pada satu sudut pandang saja tanggung jawab yang akan kita hadapi, luasnya sudut pandang serta narasi yang akan kita buatlah yang akan kita hadapi dikemudian hari. Sekali lagi, menjadi kontributor peradaban adalah tugas mulia yang harus kita hadirkan.

Ada satu kisah yang selalu kita jadikan referensi dalam narasi kepemimpinan. Satu kisah sahabat Rasulullah Muhammad SAW, Sayyidina Umar bin Khattab RA, yang sering  kita dengar dalam kajian maupun diskusi-diskusi keagamaan. Beliau adalah sosok yang bertanggung jawab, berintegritas, dan tentunya menjadi uswah kita semua.

Umar sering disebut sebagai pemimpin yang sering keluar malam, sendirian, dan melihat langsung kekurangan serta kondisi rakyatnya. Menghadirkan diri di tengah rakyatnya, merasakan langsung bagaimana keadaan rakyatnya, dan tentunya tanpa ragu memberikan dampak yang luas meski tak banyak orang tahu.

Umar membopong beras dengan tangannya sendiri untuk kemudian diberikan kepada ibu miskin. Kemudian, Umar juga membopong seorang nenek yang sakit untuk diobati. Dan, tentunya masih banyak kisah sepi lainnya yang dilakukan dengan penuh keikhlasan oleh sosok Umar yang akan tetap menjadi sosok Umar.

Dari apa yang selalu kita dengar melalui kisah yang dikerjakan dalam jalan kesepian, selalu menarik dan tentunya menjadi pembeda yang begitu luar biasa.

BACA JUGA  Kejujuran yang Menyentuh Hati Umar bin Khattab

LEAVE A REPLY