Sejumlah murid mengerjakan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) saat menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Kebayoran Lama Selatan 17 Pagi, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

ZNEWS.ID, JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas) dari sekolah Cikal Jakarta Maya Noviasari membeberkan sejumlah cara untuk menjaga kesehatan siswa selama kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di sekolah.

“Kita mengeluarkan sebuah form menggunakan google form untuk memonitor kesehatan anak setiap waktu,” kata Maya dalam diskusi virtual “Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi COVID-19” yang dipantau via daring di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, form kesehatan anak tersebut wajib diisi oleh orang tua setiap pekan supaya perkembangan kesehatan anak tetap terpantau dari waktu ke waktu. Selain memberikan formulir kesehatan, pihaknya juga telah mengadakan kegiatan vaksinasi bagi para siswa yang sudah berumur 12 ke atas.

Pihaknya selalu menyemprot disinfektan sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran di lakukan.

Untuk lebih menjaga kebersihan siswa, sekolah bahkan berupaya memberikan penambahan wastafel di seluruh ruang kelas dan selasar terbuka agar siswa dapat menerapkan protokol kesehatan sesering mungkin.

“Anak-anak harus diajarkan bahwa ini adalah kebiasaan baru yang harus diterapkan setiap hari, di manapun baik di lingkungan rumah maupun di luar rumah,” kata dia.

Maya menjelaskan selama berada di ruang kelas siswa akan duduk berjauhan. Seluruh barang pribadi diletakkan bukan di dalam loker, namun di atas meja masing-masing.

BACA JUGA  IDAI: Pembelajaran Tatap Muka Masih Terlalu Beresiko

LEAVE A REPLY