Ilustrasi utang. (Foto: Shutterstock.com

Oleh: Muhammad Cholil (Penwrima Manfaat Bakti Nusa 9 Pontianak)

ZNEWS.ID JAKARTA – Perjalanan untuk menjadi orang sukses memerlukan banyak usaha. Begitu pula menjali bisnis. Banyak sekali orang-orang yang memiliki bisnis terkendala masalah modal. Padahal, modal adalah instrumen utama yang harus dimiliki.

Mungkin, sebagian besar masyarakat mencari modal dengan cara berutang, baik uang ataupun barang kepada atasannya. Bahkan yang lebih parah lagi, si konsumennya berutang pula kepada penjual tersebut.

Hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli al-Kali’ bil Kali’ (utang dengan utang).

Hadis ini diriwayatkan ad-Daruquthni dalam sunannya 3105 dan Baihaqi dalam as-Sughra dari jalur Musa bin Ubaidah ar-Rabadzi dari Abdullah bin Dinar. Walaupun hadis ini dhaif, namun sebagian para ulama sepakat bahwa jual beli piutang itu diharamkan. Karena, merugikan salah satu pihak.

Imam as-Syafii dalam kitabnya al-Umm pernah membahas hukum menjual barang yang masih dalam tanggungan. Beliau mengatakan, “Kaum muslimin dilarang untuk jual beli utang dengan utang.” (al-Umm, 4/30)

Pernyataan kesepakatan ulama: Ibnu Qudamah menukil keterangan ijma ulama dari Ibnul Mundzir, Ibnul Mundzir mengatakan, Ulama sepakat bahwa jual beli utang dengan utang tidak boleh. Imam Ahmad mengatakan, “Ulama sepakat dalam masalah ini.” (al-Mughni, 4/186)

“Jual beli al-Kali bil Kali adalah seseorang (si A) menjual barang miliknya yang masih terutang kepada pembeli (si B) dengan pembayaran yang masih terutang di tempat orang lain (si C).” (Muwatha Malik, 2/659).

LEAVE A REPLY