Ilustrasi orientasi bisnis bank syariah. (Foto: Ist)

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie (Direktur Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa, Founder dan CEO Ekselensia Tahfizh School)

ZNEWS.ID JAKARTA – Bersama lembaga Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), bank syariah menjalankan peran penting dalam mengatasi persoalan perekomonian umat. Jika lembaga ZISWAF menjalankan perannya dalam bidang ekonomi syariah berbasis sosial, maka bank syariah menjalankan perannya melalui ekonomi syariah berbasis komersial.

Namun demikian, ini tidak berarti bank syariah menjalankan operasional bisnisnya seperti lembaga bisnis pada umumnya yang murni berorientasi laba. Orientasi bisnis bank syariah semestinya bukan mengejar besarnya laba pada akhir tahun, melainkan besarnya kebermanfaatan yang dirasakan umat.

Karena itu, rapat pemegang umum saham (RUPS) bank syariah pada akhir tahun, semestinya bukan semata membahas besaran laba dan dividen yang akan dibagi-bagi, melainkan berapa besar persoalan perekonomian umat yang bisa teratasi dengan kehadiran bank syariah.

Jika kehadiran bank syariah belum menjadi solusi persoalan ekonomi umat dan tidak banyak dirasakan manfaatnya, sejatinya bank syariah telah gagal menjalankan perannya membangun ekonomi syariah berbasis komersial. Karena itu, bank syariah perlu mengevaluasi orientasi bisnis dan kebijakan-kebijakan turunannya.

Dalam hal ini, setiap transaksi muamalah yang ditawarkan bank syariah kepada umat, perlu memerhatikan asas kepatutan dan kewajaran dalam menetapkan margin keuntungan. Tidak ada batasan dalam Islam untuk mengambil margin keuntungan dalam setiap transaksi muamalah.

Namun demikian, asas kepatutan dan kewajaran menentukan margin keuntungan patut diperhatikan. Jika margin keuntungan bank syariah sama besarnya dengan bunga bank konvensional, lantas di mana letak fungsi solusi atas persoalan ekonomi umat? Praktis bank syariah baru sebatas mampu menghadirkan layanan transaksi ekonomi bebas ribawi, namun belum mampu menjadi solusi perekonomian umat.

BACA JUGA  Optimalisasi Mudharabah untuk Memajukan UMKM

Tidak heran dalam berbagai kasus di lapangan, calon nasabah yang semula mengajukan pembiayaan murabahah melalui bank syariah, mengurungkan niatnya. Bahkan ironisnya, ada yang terpaksa beralih kembali ke bank konvensional.

LEAVE A REPLY