Z

Ilustrasi: Majelis Taklim Hidayatullah Tsuen Wan melakukan sosialiasi program pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan wakaf Sahabat Ramadan (SAHARA) Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) di atas pasar seafood Tsuen Wan, Rabu (14/4/2021). (Foto: ddhk.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dalam kehidupan ini, kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Walau kita hidup sebatang kara, tetap saja hubungan dengan manusia lain adalah kebutuhan. Inilah gambaran tentang muamalah yaitu hubungan antar manusia dalam urusan keduniawian.

Arti muamalah dilihat dari segi bahasa merupakan kata yang berasal dari kata ‘amala, yuamilu, muamalah yang berarti perlakuan atau tindakan terhadap orang lain.

Hubungan kepentingan muamalah berarti saling melakukan atau saling menukar. Artinya, perbuatan muamalah adalah perbuatan yang melibatkan lebih dari satu orang yang berakibat timbulnya hak dan kewajiban.

Sedangkah, fikih muamalah adalah hukum-hukum yang berkaitan dengan tindakan manusia dalam persoalan keduniaan. Misalnya, dalam persoalan jual beli, utang piutang, kerja sama dagang, perserikatan, kerja sama dalam penggarapan tanah, sewa menyewa, dan lain-lain.

Adanya fikih muamalah menjadi rambu-rambu bagi kita dalam menjalani kehidupan, dengan siapa pun itu. Baik saudara seiman kita maupun kepada mereka yang berbeda keyakinan, berbeda suku dan negara, agar kehidupan kita berjalan dengan damai dalam kebersamaan.

4 Prinsip Dasar Muamalah dalam Islam

1. Mubah

Pada dasarnya, segala bentuk muamalah adalah mubah. Kecuali yang ditentukan oleh Al-Qur’an dan sunah Rasul. Hukum Islam memberikan kesempatan dengan adannya perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat terkait bentuk dan macam-macam muamalah.

2. Sukarela

Muamalah dilakukan atas dasar sukarela, tanpa mengandung unsur paksaan dari siapa pun. Agar, kebebasan kehendak pihak-pihak bersangkutan selalu diperhatikan dan dijaga.

BACA JUGA  Selain Puasa, Ini 10 Amal Ibadah yang Dilakukan Rasulullah Selama Ramadan

LEAVE A REPLY