Ilustrasi konsumsi cukup serat turunkan risiko kanker usus besar. (Foto: ist)

ZNEWS.ID JAKARTA – Serat sangat bermanfaat bagi proses pencernaan dan dapat mencegah berbagai risiko penyakit berat termasuk kanker usus besar. Spesialis gizi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr Marya Warascesaria Haryono MGizi SpGK FINEM, mengatakan bahwa serat memiliki struktur yang pada umumnya berasal dari karbohidrat.

Namun, kata Mayra, serat bukanlah zat yang dapat dicerna oleh tubuh.

“Nantinya, di usus halus, serat membantu memperlambat penyerapan gula dan lemak. Kolesterol juga ikut diikat supaya dapat keluar bersama feses,” kata Marya dalam acara virtual, Kamis (9/9/2021).

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menambahkan bahwa dengan mengikat kolesterol, serat dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Serat yang cukup juga dapat membantu kerja bakteri baik dalam tubuh.

Sementara itu, di usus besar, serat akan membantu membentuk feses sehingga mudah dikeluarkan.

“Jadi, tidak terlalu keras dan tidak membuat diare juga. Lalu, jika dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari asupan nutrisi sehari-hari, maka serat dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar,” ujarnya.

Sayangnya, kata Marya, saat ini 95 persen orang Indonesia masih kurang mengonsumsi buah dan sayur sehingga kebutuhan serat hariannya tidak terpenuhi.

BACA JUGA  Bunda, Anak di bawah 2 Tahun Jangan Diberi Serat Terlalu Banyak

LEAVE A REPLY