Ilustrasi ketika para ulama rakus terhadap dunia. (Foto: magazine.job-like.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Semestinya orang-orang yang Allah berikan ilmu, terutama ilmu agama, semakin merindukan akhirat dan memahami dunia sebagai tempat ujian semata. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak sedikit ulama yang terjebak gemerlapnya harta dan kekuasaan. Sehingga, kerakusannya terhadap dunia membuatnya berani menjadikan agama sebagai barang komoditas yang diperjualbelikan pada penguasa.

Al-Ghazali membedakan dua macam ulama: ulama dunia dan ulama akhirat. Yang pertama adalah ulama buruk –ulama su’? yang menggunakan ilmunya untuk bersenang-senang dengan dunia atau untuk memperoleh kedudukan dan posisi. Yang kedua, ulama yang dimuliakan Islam.

Mengenai hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Celakalah bagi umatku dari ulama buruk yang menjadikan agama ini sebagai komoditas, yang mereka jual pada para penguasa mereka di zamannya demi meraup keuntungan untuk diri mereka sendiri. Allah pasti tidak akan menjadikan bisnis mereka memperoleh keuntungan.” (HR Hakim)

Apakah yang biasa dilakukan oleh ulama yang memiliki ketamakan terhadap dunia?

1. Menjadi Budak Uang

Tidak sedikit ulama yang berlebihan dalam mencari uang dari dakwah yang dilakukannya. Sehingga, syahwat menguasainya dan ia masuk dalam golongan budak uang.

“Celaka budak dinar, budak dirham, dan budak khamishah (suatu jenis pakaian). Apabila diberi dia rida dan bila tidak diberi dia murka.” (HR. Al-Bukhari no. 2887 dari Abu Hurairah)

BACA JUGA  Kasus COVID-19 di Indonesia Membaik Dibandingkan Dunia

LEAVE A REPLY