Dompet Dhuafa bersama Dai Pemberdaya, belasan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Kaltim, hingga Aktivis SGI Kaltim, memberikan sejumlah program Tebar Senyum di pelosok Kutai Barat, Kalimantan Timur, Sabtu (28/8/2021). (Foto: DD Kaltim)

ZNEWS.ID KUTAI BARAT – Dai pemberdaya, belasan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Kalimantan Timur (Kaltim), serta aktivis SGI Kaltim, menggelar Ekspedisi Senyum Kebaikan selama tiga hari di Kampung Muyub, Kecamatan Tering, Kutai Barat, Sabtu (28/8/2021).

Dalam menyambut dan menutup hari-hari akhir pada bulan Kemerdekaan di tahun ini, DD Kaltim bersama Cordofa, SGI, dan DDV Kaltim menggelar Ekspedisi Senyum Kebaikan #KolaborAksi Bangun Negeri.

Agenda utama ini tak lain adalah untuk meluaskan manfaat dana ZISWAF yang telah diamanahkan oleh para donatur kepada DD Kaltim. Selama tiga hari tersebut DD Kaltim mengadakan beberapa kegiatan, di antaranya pelatihan guru kreatif, pelatihan mengaji, dan semarak kemerdekaan.

Dompet Dhuafa bersama Dai Pemberdaya, belasan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Kaltim, hingga Aktivis SGI Kaltim, memberikan sejumlah program Tebar Senyum di pelosok Kutai Barat, Kalimantan Timur, Sabtu (28/8/2021). (Foto: DD Kaltim)

Dompet Dhuafa Kaltim juga meresmikan program pemberdayaan ekonomi baru di bidang perikanan yaitu program Budidaya Ikan Media Keramba (Budidamba) dengan komoditas utama ikan mas atau ikan karper (Cyprinus Carpio) sebanyak 20.000 ekor di Kampung Muyub Ilir.

Di sisi lain, ikan mas juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan tergolong ikan yang sangat diminati masyarakat. Apalagi, kebutuhan konsumsi masyarakat pada ikan mas tergolong cukup tinggi dan masih sangat kurang stoknya. Sehingga, hadirnya program tersebut harapannya menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Kaltim, Agun Gunawan, mengatakan bahwa hadirnya program tersebut karena melihat begitu besar sumber daya lokal yang perlu dioptimalkan, baik dari SDM maupun SDA. Apalagi, kata Agun, pihaknnya juga melihat permasalahan banjir yang hampir tiap tahun melanda kampung tersebut, sehingga perlu adanya solusi atas problem tersebut.

“Media yang diterapkan juga memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi sehingga warga tak perlu takut walaupun banjir melanda. Ditambah lagi, Budidamba memiliki positioning besar karena ini adalah satu-satunya program pemberdayaan di kampung tersebut dengan menerapkan konsep baru,” terang Agun.

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Volunteer Sumsel Berbagi Kebahagiaan bersama Para Penghafal Alquran

LEAVE A REPLY