Dok. TNI membantu anak-anak Papua (istimewa)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Jaringan Damai Papua (JDP) berharap peristiwa penyerangan pos persiapan Koramil Kisor Maybrat oleh kelompok bersenjata hingga menewaskan empat anggota TNI AD tak mengganggu kedamaian wilayah Papua Barat yang sudah terawat.

Juru bicara JDP Yan Christian Warinussy di Manokwari, Kamis, mendukung penuh pernyataan Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa tentang komunikasi baik yang sudah terbina antara aparat TNI dengan penduduk lokal kampung Kisor Distrik Aifat Selatan.

“Kalau sudah ada komunikasi baik yang terbina antara TNI dengan warga lokal, maka patut diduga kelompok penyerang posramil berasal dari luar wilayah kabupaten Maybrat ,” kata Warinussy.

Dalam kapasitas sebagai Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua Barat, Yan Christian Warinussy mencatat kurun waktu 20 tahun belum pernah dia mendengar adanya penyerangan terhadap masyarakat sipil maupun aparat keamanan dan pemerintah yang dilakukan oleh masyarakat sipil atau kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

“Sehingga peristiwa yang menimpa Komandan Pos Koramil Kisor, Lettu CHB Dirman dan ketiga anggotanya tersebut cukup mengagetkan semua pihak di Papua Barat ini,” tutur Warinussy.

Oleh karena itu, kata Warinussy bahwa JDP berharap Panglima Kodam XVIII Kasuari dan jajarannya, untuk mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat di Kampung Kisor dan sekitarnya di Distrik Aifat Selatan, guna menemukan pelaku penyerangan terhadap Pos Koramil Kisor tersebut.

“Pendekatan ini dapat dilakukan dengan mendayagunakan peran dari tokoh agama setempat. Saya kira Pangdam XVIII/Kasuari dapat membangun komunikasi dengan Uskup Sorong dan Badan Pekerja Am Sinode GKI Di Tanah Papua. Agar proses pendekatan guna menemukan akar masalah serta merajut perdamaian,” ujarnya.

BACA JUGA  Presiden Minta Para Perwira Remaja Lincah Hadapi Perubahan

LEAVE A REPLY