Makkah, ka’bah, Suasana Masjidil Haram, (Antara)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah masih menunggu regulasi resmi soal penyelenggaraan ibadah umrah 1443 Hijriah dari otoritas Arab Saudi yang sebelumnya mengumumkan akan membuka umrah untuk jamaah internasional.

“Pemerintah dan asosiasi PPIU bersepakat untuk lebih memprioritaskan penanganan COVID-19 di dalam negeri sambil menunggu regulasi teknis penyelenggaraan ibadah umrah secara resmi dari Arab Saudi,” ujar Plt. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Menurut Khoirizi, pihaknya hari ini telah menggelar pertemuan daring dengan Kemenlu, Kemenhub, Kemenkes, Kemenpar, Polri, KJRI Jeddah, serta lembaga negara yang terkait lainnya untuk mendiskusikan penyelenggaraan umrah di masa pandemi dengan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Pertemuan ini menyepakati tentang pentingnya penyempurnaan SOP penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi. Penyempurnaan dilakukan pada sejumlah aspek, termasuk skema vaksinasi, karantina, PCR, pemberangkatan satu pintu, pengaturan keberangkatan.

Pemerintah sendiri masih bersikap abu-abu apalah akan memberangkatkan umrah pada tahun ini atau tidak. Kondisi itu dilandaskan karena situasi pandemi COVID-19 di Tanah Air yang masih tinggi.

Pemerintah ingin memprioritaskan penanganan COVID-19 terlebih dahulu di dalam negeri. Kendati demikian, Kementerian Agama juga masih melakukan lobi-lobi kepada otoritas Arab Saudi.

“Dubes Saudi juga mengatakan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan COVID-19. Penanganan pandemi adalah hulunya, bagaimana kita berupaya menurunkan kasus COVID-19. Untuk itu, disiplin prokes 5M dan vaksinasi menjadi kunci,” kata dia.

BACA JUGA  Kemenag dan Dubes Saudi Bertemu Bahas Penyelenggaraan Umrah

LEAVE A REPLY