Ilustrasi teknologi blockchain. (Foto: Shutterstock/FT02)

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie (Direktur Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa Founder dan CEO Ekselensia Tahfizh School)

ZNEWS.ID JAKARTA – Prinsip penting yang harus dijaga dalam pengelolaan dana publik adalah transparansi. Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) merupakan dana umat yang mesti dikelola secara amanah, profesional, dan transparan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dewasa ini bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan transparansi pengelolaan ZISWAF. Dalam hal ini, teknologi blockchain bisa menjadi pertimbangan untuk diaplikasikan dalam dunia filantropi, khususnya ZISWAF. Transparansi menjadi keunggulan utama teknologi blockchain.

Secara sederhana, blockchain dapat diartikan sebagai teknologi pencatatan buku besar yang terdistribusi dan tidak bergantung pada satu server pusat. Data yang dikelola dengan teknologi blockchain memungkinkan untuk dilacak dan diakses oleh siapapun melalui jaringan internet yang saling terkoneksi. Dengan kata lain, donatur dan publik bisa ikut melakukan pengawasan.

Lantas, bagaimana penerapan teknologi blockchain dalam dunia ZISWAF? Lembaga Ziswaf bisa melakukan kerjasama dengan perusahaan teknologi informasi untuk membuat platform crowdfunding ZISWAF berbasis teknologi blockchain. Melalui platform tersebut, umat Islam bisa membayarkan zakat, infak, sedekah, dan wakafnya.

Dengan teknologi blockchain, muzaki, munfik, atau wakif bisa melacak alur pengelolaan dan penyaluran donasi yang telah dikeluarkannya sampai ke end user (mustahik atau mauquf alaih). Hal ini memungkinkan karena perpindahan setiap transaksi, semuanya otomatis tercatat dalam ledger technology (teknologi buku besar).

Inilah keunggulan teknologi blockchain. Melalui penerapan teknologi blockchain, lembaga ZISWAF dapat meningkatkan kualitas transparansi dan akuntabilitas publiknya. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan publik untuk membayar atau mengeluarkan ZISWAF melalui lembaga ZISWAF.

Melalui teknologi blockchain, realiasasi penghimpunan ZISWAF yang masih jauh dari potensinya bisa terus dikurangi gap-nya. Mayoritas donatur lembaga ZISWAF adalah donatur ritel atau perorangan. Hanya sekitar 15-20% yang merupakan donatur korporasi.

BACA JUGA  Orientasi Bisnis Bank Syariah

LEAVE A REPLY