Ilustrasi vaksinasi ibu hamil. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dalam waktu dekat, ibu hamil sudah dapat melakukan vaksinasi Covid-19. Namun ada beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi.

Wakil Ketua Tim Mitigasi IDI dan Ketua Umum Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr Ari Kusuma Januarto SpOG(K), mengatakan bahwa ada sejumlah petunjuk klinis yang membedakan antara masyarakat umum, ibu hamil, dan anak dalam proses pemberian vaksinasi Covid-19.

“Petunjuk klinis seperti suhu ya sama. Kalau masalah hipertensi yang direkomendasi di bawah 180 boleh. Tapi, pada ibu hamil, kan, ada kondisi penyakit yang membuat tensinya tinggi, yang disebut preklamsia,” ujar Ari dalam diskusi “Vaksinasi Ibu Hamil”, dilansir dari Antara, Sabtu (31/7/2021).

Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa ibu hamil yang memiliki tekanan darah di atas 140/90, tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Dan, harus mendapat rujukan dari dokter pemeriksa kehamilan.

Ibu hamil yang memiliki gejala seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, dan lainnya juga akan mendapat tinjauan ulang untuk dapat menerima vaksinasi. Sedangkan, usia kehamilan yang dianjurkan untuk menerima vaksin adalah 13 minggu – 33 minggu.

“Tentu untuk vaksin akan dilakukan skrining dengan hati-hati dan untuk vaksinasi bisa dilakukan pada kehamilan 13 minggu sampai dengan cukup bulan (melahirkan) memang dianjurkan 33 minggu,” kata Ari.

Selain itu, ibu hamil yang memiliki masalah jantung dan diabetes harus dalam kondisi yang terkontrol untuk dapat menerima vaksin. Sedangkan, ibu hamil dengan autoimun yang tengah menjalani pengobatan harus menunda vaksinasi sampai mendapat persetujuan dari dokter pemeriksa.

BACA JUGA  Menkes Targetkan 1,5 Juta Vaksinasi Perhari Mulai Juli

LEAVE A REPLY