Kue padamaran. (Foto: Instagram.com/taujambi)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kue legit berwarna hijau ini bernama padamaran. Pada masa lampau, kue basah ini menjadi kudapan wajib orang-orang kaya Bumi Melayu saat menggelar acara adat. Tradisi menyuguhkan kuliner tradisional ini pun tetap dipertahankan.

Hingga kini, kue padamaran masih disuguhkan sebagai kudapan ringan saat pesta pernikahan, syukuran bagi warga yang hendak pergi menunaikan ibadah haji, atau acara kumpul keluarga. Penganan ini juga selalu disajikan oleh pemerintah daerah setempat saat menjamu tamu-tamu resmi, lantaran telah dikukuhkan sebagai jajanan tradisional khas Jambi.

Kue lezat ini dibalut dengan wadah unik terbuat dari daun pisang mirip pincuk yang dinamai takir. Sepintas, bentuk takir yang persegi panjang dengan diameter panjang 10-15 sentimeter, lebar 5 cm, dan tinggi 5 cm, lebih mirip seperti perahu mungil. Warna hijaunya bukan berasal dari pewarna buatan, melainkan dari daun suji ditambah pandan yang sama-sama menghasilkan pewarna hijau alami.

Bedanya, warna yang dihasilkan dari daun suji lebih pekat dan tidak pucat seperti pandan. Hanya saja, aroma pandan yang khas mampu menimbulkan sensasi menggoda selera dan menjadi wangi khusus tumbuhan bernama ilmiah Pandanus amaryllifolius tersebut.

Lembutnya tekstur kue padamaran berasal dari bahan baku utama yaitu tepung beras dipadukan dengan gurihnya santan kelapa. Kue ini kerap disamakan dengan bubur sumsum lantaran teksturnya tadi.

Cara Membuatnya

Kita juga bisa membuat sendiri kue basah ini jika belum berkesempatan mencicipinya langsung ke daerah asal padamaran. Ibu Ani, pembuat kue ini di Pasar Bedug, Kota Jambi, membeberkan rahasia berkreasi untuk menciptakan 60 takir kue lezat tersebut.

Sebagai langkah awal adalah menyiapkan 300 gram tepung beras dan 30 gram tepung terigu. Begitu juga dengan sekitar dua liter santan dari dua butir kelapa ukuran kecil. Siapkan juga 35 lembar daun suji untuk diambil airnya.

BACA JUGA  Rahasia Mengolah Ayam Goreng Tepung ala Restoran, Renyah dan Lembut

LEAVE A REPLY