Ilustrasi. (Foto: Unsplash.com/Campaign Creators)

ZNEWS.ID JAKARTA – Industri e-commerce di Indonesia semakin menunjukkan eksistensinya seiring penetrasi internet yang semakin kuat. Ditambah, kian berkembangnya arus teknologi dan informasi digital yang semakin canggih.

Generasi muda kini semakin melirik industri tersebut untuk mencari pekerjaan. Fasilitas menarik, lingkungan kerja yang penuh dengan talenta muda dan kreatif, hingga program pengembangan karir yang mumpuni, menjadi sejumlah faktor yang membuat generasi muda kepincut untuk melamar kerja di perusahaan e-commerce.

Senior Manager, Employer Branding Lazada Indonesia, Samuel Ray, memberikan enam tips agar para pelamar kerja dapat diterima jadi karyawan e-commerce.

1. Pahami Kualifikasi dari Posisi yang Hendak Dilamar

Pelamar diminta untuk merefleksikan diri dan mencari tahu keahlian apa yang perlu ditingkatkan untuk bisa mendapat posisi yang diinginkan. Meski butuh waktu dan usaha, para pelamar harus tetap bersemangat meningkatkan kemampuan. Waktu dan usaha yang telah dikorbankan akan menjadi investasi karir yang tidak akan disesali.

2. Susun Resume atau Curriculum Vitae (CV) Sebaik Mungkin

CV menjadi kesan pertama dari setiap pelamar. Tim Human Resource (HR) di perusahaan ternama biasanya menerima ratusan bahkan ribuan CV setiap bulannya. Mereka tentu tidak punya waktu untuk membaca CV yang panjang. Susunlah CV dengan singkat namun tetap menjelaskan seluruh pengalaman yang dimiliki. Sebaiknya gunakan layout yang sederhana sehingga CV mudah dibaca cepat oleh tim HR.

3. Persiapkan Diri Sebaik-baiknya untuk Wawancara

Saat mendapat undangan untuk wawancara, cari tahu mengenai perusahaan e-commerce yang dituju, termasuk informasi atau berita terkini tentang perusahaan tersebut. Dengan demikian, pelamar bisa lebih siap bila ada pertanyaan terkait.

Selain itu, pelajari juga soal industri e-commerce karena pengetahuan ini bisa menjadi nilai tambah. Pelamar juga bisa mencari tahu tentang profil orang yang akan mewawancarai.

BACA JUGA  Kembangkan Ekosistem Digital untuk Mitigasi Risiko Disrupsi

LEAVE A REPLY