Ilustrasi: Dompet Dhuafa Kalimantan Timur menyalurkan zakat fitrah di 12 desa yang berada di tiga kecamatan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. (Foto: DD Kaltim)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sebagai seorang muslim, zakat merupakan salah satu kewajiban karena termasuk dalam Rukun Islam yang ke-4. Namun, apakah kamu tahu bahwa zakat tidak bisa langsung dibayar sesuka kita?

Sesuai dengan Firman Allah,

اِنّـَمَاالصَّـدَقَـاتُ للِـفُـقَـرَاءِوَالْـمَـسَا كِـيْنِ وَالْـعاَمِـلِيْـنَ عَـلَيْـهَاوَالْمُـوَلَّفَـةِ قُـلـُوْ بُـهُـمْ وَفِى الرِّقَـابِ وَالـْغَـارِمِـيْـنَ وَفِى سَـبِلِ اللهِ وَبْنِ السَّـبِيْـل

Artnya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (QS At-Taubah: 60)

Dalam membayar zakat, kita harus mengetahui terlebih dahulu ke mana kita harus memberikannya. Surah tersebut menjelaskan bahwa orang-orang penerima zakat terbagi menjadi 8 golongan yaitu, fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fii sabilillah, dan ibnu sabil.

Baik itu keluarga terdekat, masjid, ataupun lembaga zakat, kita perlu ketahui terlebih dahulu latar belakang dari pengumpul dana zakat tersebut. Berikut lima tips yang perlu kamu ketahui agar dapat menunaikan zakat tepat sasaran.

1. Kenali Jenis Zakat yang telah Ditetapkan dalam Al-Qur’an

Kententuan zakat tentunya berbeda setiap jenisnya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui dahulu jenis-jenis zakat yang ada dalam Al-Qur’an dan hadis yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah berhubungan dengan syarat lengkap dalam menyempurnakan ibadah puasa saat Ramadan. Sedangkan zakat mal berhubungan dengan membersihkan harta yang kita miliki. Harta ini bukan sekadar yang kita pakai saja, tetapi yang kita tidak terpakai pun juga dihitung sehingga zakat mal perlu perhitungan yang rinci.

BACA JUGA  Cerita Yatim, Penjemput Zakat Dompet Dhuafa: Banyak Sekali Berkah yang Saya Rasakan

LEAVE A REPLY