Ilustrasi varian baru virus Corona. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan varian lokal Indonesia untuk virus corona penyebab COVID-19 sudah teridentifikasi sejak Desember 2020.

“Varian lokal Indonesia sudah ada sejak Desember 2020, sudah teridentifikasi varian lokal, sudah dilaporkan,” kata Yunis saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Namun, varian lokal itu bukan merupakan varian baru karena sifatnya tidak berubah dan memiliki tingkat penularan yang tidak tinggi. Varian lokal itu ditemukan melalui genomic surveillance atau hasil pengurutan genom virus (whole genom sequencing).

Negara-negara melakukan genomic surveillance dan melaporkan hasilnya kepada Badan Kesehatan Dunia, dan Badan Kesehatan Dunia yang akan menilai suatu varian tertentu bisa dikategorikan sebagai varian baru.

Yunis menuturkan varian virus bisa berkembang kapan saja tanpa menunggu prevalensi COVID-19 banyak. Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 tergolong mudah bermutasi dan hingga sekarang sudah ada 11 varian.

Dari 11 varian itu, ada varian yang mengkhawatirkan atau dikategorikan variants of concern yakni alpha dari Inggris, beta dari Afrika Selatan, gamma dari Brasil, dan delta dari India hingga sekarang ini.

Suatu varian diidentifikasi sebagai variant of concern jika terkait tiga hal yakni penularan bersifat cepat, gejala klinisnya sangat berbeda tidak hanya menyerang sistem pernapasan saja, serta mempengaruhi efektivitas vaksin.

BACA JUGA  Cekal Corona, SMP Pusri Palembang Salurkan Donasi ke DD Sumsel

LEAVE A REPLY