Ilustrasi salat tahajud. (Foto: ibtimes.co.uk)

ZNEWS.ID JAKARTA – Waktu sepertiga malam terakhir menjadi momen menumpahkan segala gundah gulana dan risau kepada Allah SWT. Sang MahaAgung senantiasa memeluk hamba yang memohon kepadanya.

Rasa syahdu untuk melegakan hati dapat dirasakan saat kamu memanjatkan doa setelah salat tahajud.

Hadis Tentang Sepertiga Malam Terakhir 

Ada satu hadis yang memaknai bahwa Allah turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: “Tuhan kita yang Maha Agung dan Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika telah tersisa sepertiga malam terakhir. Ia berfirman: ‘Siapakah yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya, Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikannya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni’.” (HR Bukhari-Muslim)

Daripada begadang menonton video yang bisa dilakukan kapan saja, lebih baik luangkan waktu untuk salat tahajud di sepertiga malam terakhir dari pukul 1 pagi hingga menjelang Subuh sekitar pukul 4 pagi. Syahdunya dapat menenangkan batin apabila kamu niat dengan sungguh-sungguh.

Layaknya menulis buku harian, curahkanlah isi hati paling dalam kepada Allah. Di waktu tahajud kamu tidak perlu buru-buru ketika memanjatkan doa.

BACA JUGA  Agar Hijrah Tidak ‘Gatot’

LEAVE A REPLY