Oliver Damen, Jeff Bezos, Wally Funk dan Mark Bezos di landasan pendaratan usai pesawat antariksa Blue Origin melesat ke tepian antariksa di dekat kota Van Horn, Texas, Amerika Serikat (20/7/2021). (Foto: ANTARA/REUTERS/Joe Skipper)

ZNEWS.ID JAKARTA – Bagi banyak orang, bangkitnya pariwisata antariksa komersial dianggap sebagai pamer kekayaan dan kekuasaan. Di tengah beberapa krisis global seperti perubahan iklim dan pandemi Covid-19, para miliarder justru menghambur-menghamburkan uang mereka dalam perjalanan ke tepian luar angkasa untuk bersenang-senang.

Kritik makin deras mengalir saat pendiri Amazon Jeff Bezos mengatakan kepada wartawan, usai dirinya sukses melakukan perjalanan wisata ke tepian antariksa pekan lalu, bahwa banyak orang yang sudah membayar untuk antre wisata ke ruang angkasa.

Tetapi, kritik tidak akan menghalangi Bezos dan orang kaya lainnya. Wisata luar angkasa sekarang menjadi kenyataan bagi orang-orang yang mampu membelinya — dan itu akan berdampak bagi semua orang di bumi.

Faktanya, semua tanda menunjukkan bahwa pasar untuk perjalanan ini sudah cukup besar sehingga akan terus terjadi. Perusahaan penerbangan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, sudah memiliki dua perjalanan lagi yang dijadwalkan akhir tahun ini.

Sementara Virgin Galactic, perusahaan antariksa yang didirikan oleh miliarder Richard Branson, memiliki setidaknya 600 orang yang masing-masing telah membayar sekitar 250.000 dolar AS (sekira Rp 3,6 miliar) untuk tiket naik pesawat luar angkasanya.

Apa yang sebenarnya bisa dilihat dan dialami orang saat pergi ke luar angakasa?

Daya tarik terbesar dari perjalanan ke luar angkasa tentu adalah pemandangannya. Hanya melewati batas antara luar angkasa dan Bumi, penumpang dapat melihat sekilas planet kita yang disandingkan dengan ruang angkasa yang tidak diketahui.

Jika seorang penumpang naik penerbangan Virgin Galactic, mereka akan melesat naik sekitar 85 km di atas permukaan laut. Penunggang Blue Origin akan naik sedikit lebih tinggi, sekitar 99 km di atas permukaan laut dan melewati garis Kármán, batas yang diakui secara internasional antara Bumi dan luar angkasa.

LEAVE A REPLY