Ilustrasi ketika nikmat berubah menjadi musibah. (Foto: DD Sulsel)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pernahkah menemukan fenomena, sesuatu yang lazimnya merupakan rezeki atau nikmat malah berubah menjadi musibah? Misalnya saja, hujan yang malah menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Bukankah hujan adalah rezeki dan nikmat dari Allah? Tapi, kemudian ia berubah menjadi musibah. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Atau, kenakalan remaja, saat anak-anak melakukan pergaulan bebas, seks di luar nikah, minum-minuman keras, bergelimang dengan narkoba, hingga membuat susah hidup orang tua. Padahal, sejatinya anak adalah rezeki, nikmat, namun mengapa bisa juga berubah menjadi musibah?

Satu hal yang pasti, sering kali musibah terjadi akibat kesalahan kita sendiri. Dalam persoalan hujan yang menjelma banjir misalnya, terjadi disebabkan banyaknya daerah resapan air yang justru disulap menjadi perumahan tempat tinggal. Atau, disebabkan sampah yang dibuang sembarangan hingga menyumbat saluran air.

Anak-anak yang salah pergaulan pun biasanya terjadi karena kurangnya perhatian orang tua. Atau, justru disebabkan orang tua yang terlalu memanjakan putra-putrinya.

Jadi, faktanya kebanyakan musibah terjadi disebabkan kesalahan yang manusia lakukan:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS Asy-Syura: 30)

BACA JUGA  Sikap atas Nikmat: Sebuah Kontemplasi

LEAVE A REPLY