Ilustrasi guru zilenial vs kendala pendidikan Indonesia. (Foto: Sekolah Guru Indonesia)

Oleh: Agung Pardini (Pegiat Pendidikan di Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dunia pendidikan kita tengah dibanjiri para guru yang berasal dari generasi zilenial. Mereka adalah generasi pribumi digital alias digital native. Hal ini membuat kehadiran mereka disertai dengan karakteristik khas yang tidak dimiliki oleh generasi-generasi sebelumnya.

Menggagas suatu inovasi pendidikan adalah tantangan yang menyenangkan bagi para guru zilenial. Namun di sisi lain, kendala-kendala yang akan mereka hadapi juga tidak ringan.

Selain masih minim pengalaman dan belum sempurna pengetahuan, hampir semua angkatan zilenial belum tuntas menelusuri akar dari problem-problem besar yang menghambat kemajuan sistem pendidikan kita.

Guru Zilenial vs Kendala Pendidikan

Kendala pertama yakni pada iklim birokrasi pendidikan kita. Isu utama yang ingin dimunculkan adalah menggeser pandangan umum tentang fungsi utama sekolah, dari pusat pengajaran ilmu pengetahuan menjadi pusat pembudayaan.

Ki Hadjar Dewantara serta Fuad Hassan (mantan Mendikbud era Orde Baru) telah lebih dulu menggagas hal tersebut.

Guru zilenial memiliki peran strategis untuk mengampanyekan hakikat asli dari kerangka berpikir persekolahan ini bahwa kelulusan di sekolah harus ditandai oleh peningkatan kapasitas diri dan kepribadian unggul yang otentik serta terukur.

Partisipasi dari orang tua dalam kualitas pendidikan di sekolah menjadi urgensi sehingga kematangan tumbuh kembang anak secara signifikan dapat tercapai dengan dukungan keluarga.

BACA JUGA  Merdeka Mengajar ala Guru Zilenial

LEAVE A REPLY